Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTerkiniWali Kota Balikpapan

Ancaman El Nino Mengintai, Warga Balikpapan Diminta Hemat Air

137
×

Ancaman El Nino Mengintai, Warga Balikpapan Diminta Hemat Air

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau warga menghemat penggunaan air menghadapi ancaman El Nino

Balikpapan — Hemat air Balikpapan menjadi fokus Pemerintah Kota menghadapi ancaman El Nino dan potensi kemarau panjang. Warga diminta menggunakan air secara bijak demi menjaga ketahanan pasokan air bersih.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam penggunaan air bersih di tengah ancaman perubahan iklim. Pemerintah menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Rahmad menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi potensi El Nino. Namun, warga diminta mulai menerapkan pola hidup hemat air dalam aktivitas sehari-hari.

“Tidak perlu khawatir berlebihan, tetapi antisipasi harus dilakukan. Kita sudah mengetahui ada potensi El Nino dan kemarau berkepanjangan. Karena itu, penggunaan air harus lebih hemat dan bijak,” ujar Rahmad Mas’ud, Senin (11/5/2026).

Pemerintah Kota Balikpapan terus menyiapkan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air baku. Salah satu upaya yang kini mulai berdampak ialah operasional Waduk Teritip sebagai sumber tambahan pasokan air bersih.

Menurut Rahmad, keberadaan Waduk Teritip membantu memperkuat cadangan air masyarakat saat debit air mulai menurun pada musim kemarau.

Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar untuk meningkatkan kapasitas tampung air baku. Langkah tersebut diharapkan menjaga distribusi air bersih tetap optimal.

“Kita sudah komunikasikan dan siapkan beberapa alternatif. Waduk Teritip sudah berfungsi. Dalam waktu dekat kita juga melakukan pengerukan DAS Manggar untuk menambah kapasitas air baku kita,” katanya.

Rahmad menilai kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi itu membuat pengelolaan sumber daya air menjadi tantangan yang semakin besar.

Ia meminta masyarakat mulai membiasakan penggunaan air secara efisien. Warga juga diminta memperbaiki kebocoran saluran air dan memanfaatkan kembali air untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti menyiram tanaman.

“Insya Allah pemerintah terus berupaya maksimal menjaga ketersediaan air untuk masyarakat. Tetapi dukungan warga melalui penghematan air juga sangat menentukan,” tutup Rahmad.