Scroll untuk baca artikel
AcehInfo PublikPolriSumateraTerkini

Bersatu Pulihkan Sumatra, Taruna Akpol Dikerahkan ke Aceh Tamiang dalam Latsitardus 2026

123
×

Bersatu Pulihkan Sumatra, Taruna Akpol Dikerahkan ke Aceh Tamiang dalam Latsitardus 2026

Sebarkan artikel ini

ACEH TAMIANG — Polri mengerahkan sebanyak 169 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dalam kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) Tahun 2026 guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam misi kemanusiaan melalui Operasi Aman Nusa 2.

Pembukaan Latsitardus 2026 berlangsung di Yonif Raider Khusus 111/Karma Bhakti, diterima langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah, S.I.K., M.Si., bersama unsur Forkopimda, serta dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Tamiang selaku Inspektur Upacara.

Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI dan diikuti secara terpadu oleh Taruna Akpol, Taruna TNI AD, TNI AL, dan TNI AU sebagai bentuk integrasi, soliditas, dan sinergitas lintas matra pertahanan dan keamanan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Para taruna langsung diterjunkan ke empat kecamatan sasaran, yakni Karang Baru, Rantau, Kuala Simpang, dan Sekerak, untuk melaksanakan misi kemanusiaan, pemulihan infrastruktur, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa Latsitardus tidak sekadar latihan teknis, melainkan sarana pembentukan karakter pengabdian dan empati sosial sejak dini.

“Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat. Inilah wujud Polri Presisi yang humanis dan berorientasi pada pelayanan,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menekankan pentingnya menghormati kearifan lokal serta penerapan Qanun Aceh agar seluruh kegiatan berjalan harmonis, beretika, dan menjunjung tinggi norma adat serta budaya setempat.

Dalam pelaksanaannya, 169 Taruna Akpol dibagi ke dalam empat sub-satgas dengan sasaran kegiatan fisik dan nonfisik secara terpadu.

Sasaran fisik meliputi normalisasi jalan, perbaikan akses desa dan jembatan antar-kampung, pembersihan permukiman warga dari material banjir dan longsor, serta bantuan rekonstruksi rumah warga, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum.

Sasaran nonfisik mencakup trauma healing, pengelolaan dapur umum dan edukasi gizi, pelayanan kesehatan serta penyuluhan sanitasi, hingga edukasi anak-anak guna menjaga semangat belajar dan pemulihan psikologis pascabencana.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Polri sebagai institusi yang adaptif, responsif, dan humanis.