Balikpapan — Seorang pria berinisial AS (27) diamankan aparat kepolisian setelah melempar botol berisi bahan mudah terbakar ke sebuah toko buah di Jalan Mulawarman, RT 07, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 21.45 WITA.
Aksi tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, terlihat sebuah botol dilempar ke arah bagian depan toko dan memicu percikan api sesaat setelah mengenai sasaran, sehingga membuat warga sekitar panik.
Kapolresta Balikpapan, Jerrold HY Kumontoy, menjelaskan bahwa tindakan tersebut diduga dipicu rasa kesal pelaku setelah keinginannya untuk menjadi juru parkir di toko tersebut ditolak oleh pemilik.
“Pelaku sebelumnya menawarkan diri menjadi juru parkir, namun tidak disetujui oleh pemilik toko,” ujar Jerrold, Jumat (20/3/2026).
Setelah penolakan itu, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun tidak lama kemudian, ia kembali dan langsung melemparkan botol ke arah bangunan toko.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi memastikan botol yang digunakan merupakan wadah minuman yang telah dipecahkan dan diisi campuran bahan mudah terbakar. Saat mengenai bangunan, benda tersebut menimbulkan percikan api kecil.
Jerrold menegaskan bahwa benda yang digunakan bukan bom molotov, sebagaimana informasi yang sempat beredar di media sosial.
“Bukan bom molotov, hanya botol berisi bahan mudah terbakar yang menimbulkan percikan api kecil,” jelasnya.
Ia menambahkan, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti. Meski demikian, aksi pelaku sempat memancing reaksi warga di sekitar lokasi.
Polisi juga menduga kondisi emosional pelaku turut memengaruhi tindakannya. Sebelumnya, AS diketahui sempat terlibat perselisihan dengan seorang pengendara hingga sempat diamankan oleh pihak kepolisian.
“Ini masih kami dalami. Keterangan pelaku juga berubah-ubah dan belum konsisten,” kata Jerrold.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan lanjutan dengan melibatkan keluarga serta tenaga kesehatan untuk pendampingan terhadap pelaku.
Polisi memastikan situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.















