Scroll untuk baca artikel
DPRD KaltimDPRD SamarindaIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintahanPemprov KaltimPolda kaltimPolriSamarindaTerkiniTNI

Kodam VI/Mulawarman Siap Amankan Aksi 21 April di Samarinda

129
×

Kodam VI/Mulawarman Siap Amankan Aksi 21 April di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Apel gelar pasukan TNI-Polri untuk pengamanan aksi 21 April di GOR Segiri Samarinda

Samarinda — Kodam VI/Mulawarman menyiagakan ribuan personel untuk memastikan pengamanan aksi unjuk rasa 21 April 2026 di Samarinda berlangsung aman, tertib, dan mengedepankan pendekatan humanis.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui Apel Gelar Pasukan yang digelar di Lapangan GOR Segiri, Samarinda, Senin (20/04/2026). Apel dipimpin Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, dengan melibatkan sekitar 2.500 personel gabungan TNI-Polri serta unsur terkait.

Pangdam VI/Mulawarman menegaskan peran TNI dalam mendukung Polri guna menjamin keamanan seluruh pihak selama penyampaian aspirasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan komunikasi dialogis di lapangan.

“TNI hadir sebagai pelindung rakyat. Kedepankan pendekatan persuasif dan perlakukan masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan santun serta sesuai prosedur,” tegas Mayjen TNI Krido Pramono.

Selain itu, seluruh personel diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga stabilitas keamanan wilayah. Sinergi antara TNI dan Polri dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kondusif, khususnya di Samarinda.

Dalam skema pengamanan, Kodam VI/Mulawarman menekankan pelaksanaan tugas tanpa penggunaan senjata, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi infiltrasi, serta memperkuat koordinasi lintas sektoral bersama Polri dan pemerintah daerah.

Aksi unjuk rasa diperkirakan terpusat di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, dengan titik kumpul massa di kawasan Islamic Center dan Kinibalu.

Melalui kesiapan personel, pengecekan alutsista, serta optimalisasi komunikasi di lapangan, pengamanan diharapkan berjalan profesional dan humanis sehingga penyampaian aspirasi tetap menjadi bagian dari demokrasi yang sehat tanpa mengganggu ketertiban umum.