Scroll untuk baca artikel
EdukasiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurNusantaraPemerintahanPendidikanTeknologiTerkini

IKN Kembangkan Ekstrakurikuler Robotika di 20 Sekolah

148
×

IKN Kembangkan Ekstrakurikuler Robotika di 20 Sekolah

Sebarkan artikel ini
Penyerahan perangkat robotika kepada guru dalam program ekstrakurikuler robotika IKN

Nusantara — Otorita Ibu Kota Nusantara memperluas pengembangan talenta digital dengan menghadirkan ekstrakurikuler robotika di 20 sekolah sebagai langkah strategis membekali siswa menghadapi era teknologi.

Program ini diawali dengan pelatihan Training of Trainers bagi para guru sebagai bagian dari pilot project penguatan ekosistem talenta digital di wilayah IKN. Kegiatan tersebut mencakup peningkatan kapasitas pengajar sekaligus pembentukan kegiatan ekstrakurikuler robotika aktif di sekolah.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menyebut robotika menjadi instrumen penting dalam menyiapkan sumber daya manusia masa depan yang adaptif dan inovatif. Selain kemampuan teknis, siswa juga diarahkan untuk mengembangkan pola pikir kolaboratif melalui pendekatan pembelajaran berbasis STEAM.

“Pengembangan robotika merupakan bagian penting dalam membangun talenta yang memiliki future skills. Tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif,” ujarnya pada pembukaan Traing of Trainers di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Selasa (21/04/2026).

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan praktis guru dalam bidang robotika, mulai dari perakitan hingga pemrograman.

“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas guru dalam memahami robotika, sekaligus meningkatkan keterampilan perakitan dan pemrograman robot. Harapannya, sekolah dapat membentuk ekstrakurikuler robotika dan menyiapkan siswa mengikuti kompetisi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pelaksanaan program dimulai dengan pelatihan daring pada 9–11 Maret 2026, dilanjutkan pelatihan luring pada 21–22 April 2026, serta pendampingan intensif selama empat bulan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Politeknik Negeri Samarinda.

Sebanyak 20 sekolah yang terdiri dari 13 SMP dan 7 SMA/MA di wilayah IKN terlibat dalam program ini. Masing-masing sekolah telah berkomitmen mengembangkan ekstrakurikuler robotika secara berkelanjutan, termasuk penunjukan guru pembina dan pembentukan kegiatan resmi di sekolah.

Sebagai dukungan konkret, setiap sekolah memperoleh perangkat robotika berupa toolkit, trainer kit, serta dua unit robot jenis wall follower dan transporter untuk menunjang praktik pembelajaran.

Antusiasme peserta terlihat dari pengalaman para guru yang mengikuti pelatihan. Salah satunya Ayu Desi Wilujeng dari SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara yang mengaku mendapatkan wawasan baru.

“Awalnya kami belum mengetahui robotika sama sekali. Melalui pelatihan daring dan luring ini, kami jadi lebih memahami, apalagi dengan praktik langsung yang sangat membantu,” ujarnya.

Ia menyebut sekolahnya akan segera membentuk ekstrakurikuler robotika dengan sekitar 20 siswa yang dijadwalkan rutin setiap pekan sebagai wadah pembinaan sekaligus persiapan kompetisi.

Hal serupa disampaikan Dwi Setyo Prabowo dari SMA Negeri 2 Samboja yang menganggap pelatihan ini sebagai pengalaman pertama yang menantang.

“Untuk sekolah kami, ini merupakan pengalaman pertama dalam pelatihan robotika. Saya pribadi merasa sangat tertantang dan tertarik karena ini hal baru, sementara perkembangan teknologi saat ini sangat cepat,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat membuka wawasan siswa terhadap teknologi sejak dini dan mempersiapkan mereka menghadapi perubahan masa depan.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengetahuan tentang robotika dan siap menghadapi perkembangan teknologi ke depan,” kata Dwi.

Program ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di sekolah lain, sehingga ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif dan adaptif dapat berkembang luas di kawasan IKN.