Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurSarTerkini

Penumpang Kapal DLN Ditemukan Meninggal di Perairan Teluk Adang, Operasi SAR Dihentikan

171
×

Penumpang Kapal DLN Ditemukan Meninggal di Perairan Teluk Adang, Operasi SAR Dihentikan

Sebarkan artikel ini

BALIKPAPAN — Tim SAR gabungan berhasil menemukan Saiful Bakri (43), penumpang Kapal Damai Lautan Nusantara (DLN) yang sebelumnya dilaporkan melompat ke laut di perairan Teluk Adang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (18/3/2026).

Komandan Search and Rescue Unit (SRU) dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Bongga Losong, menyampaikan bahwa korban merupakan warga Desa Bunga Putih, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Korban berhasil ditemukan pada pukul 11.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 2,45 nautical mile dari lokasi kejadian perkara,” ujar Bongga dalam keterangan resmi.

Operasi pencarian dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan briefing pada pukul 07.00 Wita. Setelah itu, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 10.00 Wita. Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan penyisiran dengan area pencarian hingga radius dua nautical mile.

Bongga menyebutkan seluruh unsur SAR dikerahkan untuk memaksimalkan proses pencarian korban.

“Upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada,” katanya.

Setelah korban ditemukan, tim SAR segera melakukan proses evakuasi menuju Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Jenazah tiba di pelabuhan sekitar pukul 13.30 Wita dan kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR selanjutnya melakukan debriefing dan menyepakati penghentian operasi pencarian.

“Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR kami usulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan tetap melanjutkan kesiapsiagaan,” ujar Bongga.

Berdasarkan informasi dari pihak manajemen operasional kapal, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/3/2026) sekitar pukul 20.20 Wita ketika kapal tengah berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan.

Seorang saksi mata menyebutkan korban sempat terlihat berdiri di area pagar atau railing kapal sebelum akhirnya melompat ke laut. Awak kapal yang mengetahui kejadian itu segera melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi selama kurang lebih dua jam.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, TNI AL, Polairud, BPBD, KSOP, serta instansi terkait lainnya. Pencarian juga didukung sejumlah peralatan, seperti rigid buoyancy boat (RBB), kendaraan rescue, perlengkapan SAR air dan selam, perangkat komunikasi, serta dukungan medis.