Lhokseumawe – Personel BKO dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur terus menunjukkan peran aktif dalam misi kemanusiaan di wilayah Aceh Utara. Pada Selasa (24/02/2026), satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang dipimpin Ipda Royke Daeng mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) verifikasi kerusakan rumah warga terdampak banjir bandang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan pendataan rehabilitasi hunian masyarakat berjalan akurat dan tepat sasaran, sehingga pemulihan sosial dan ekonomi dapat dipercepat.
Bimtek di Pendopo Bupati
Kegiatan Bimtek dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Aceh Utara. Dalam pertemuan tersebut, personel Brimob menerima arahan teknis terkait kriteria penilaian tingkat kerusakan bangunan serta prosedur administrasi verifikasi di lapangan bersama instansi terkait.
Keterlibatan Brimob dalam tim verifikasi dinilai penting untuk memperkuat dukungan personel dalam pendataan yang transparan dan profesional, terutama saat turun langsung ke pemukiman warga yang terdampak.
Wujud Bakti Brimob untuk Masyarakat
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Andy Rifai, menegaskan bahwa partisipasi personel dalam Bimtek ini merupakan implementasi filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah rehabilitasi hunian warga didasarkan pada data yang valid. Kehadiran personel kami adalah bukti bahwa Brimob siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dampak banjir demi meringankan beban masyarakat Aceh Utara,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan ketelitian dan empati tinggi, serta menjadikan proses verifikasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan harapan baru bagi warga terdampak.
“Jadikan setiap data yang diverifikasi sebagai jalan bagi harapan baru warga untuk kembali memiliki hunian yang layak. Teruslah bergerak untuk kemanusiaan. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi lintas daerah ini, Brimob Kaltim berkomitmen mendukung percepatan rehabilitasi pascabencana di Aceh Utara, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dan solidaritas nasional.















