Alue Mangki, Aceh — Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga resmi memulai pengabdian di Desa Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, setelah prosesi serah terima simbolis dari Camat Gandapura kepada Keuchik Alue Mangki.
Suasana khidmat dan penuh keakraban mewarnai pembukaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Mekar Jeumpa yang berlangsung di Balai Desa Alue Mangki, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Desa Alue Mangki menerima mahasiswa KKN yang berasal dari Pulau Jawa.
Prosesi serah terima dilakukan oleh Camat Gandapura, Birul Walidin, S.Stp., M.ecDev., kepada Keuchik Alue Mangki, Rijalul Fadhli. Camat mengapresiasi terlaksananya program tersebut dan berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keuchik Alue Mangki kemudian mengajak seluruh warga untuk mendukung dan berpartisipasi dalam setiap program yang akan dilaksanakan mahasiswa selama masa pengabdian di desa.
“Kami sangat terbuka dan berharap warga bisa berpartisipasi. Program ini bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi untuk kemajuan desa kita bersama.”
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Very Julianto, M.Psi., turut memberikan arahan kepada mahasiswa. Ia mengingatkan pentingnya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, menjaga nama baik almamater, serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal selama menjalankan KKN.
Selanjutnya, Ketua Kelompok KKN Mekar Jeumpa, Ray, memaparkan empat program unggulan yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Program tersebut meliputi Desa Siaga Bencana, Bireuen Smart Preneur, Desa Ramah Warga, dan Desa Cerdas Ceria. Seluruh program dirancang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.
Ketua BPD (Tuha Peut) Desa Alue Mangki, Zarkasyi, menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya desa tersebut sebagai lokasi KKN mahasiswa dari Pulau Jawa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan membawa wawasan baru serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi adat Peusijuk yang dipimpin oleh Teungku Imum desa. Tradisi tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar seluruh kegiatan KKN berlangsung lancar, membawa keberkahan, serta memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Desa Alue Mangki.















