Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurTerkini

PHM Sukses Onstream Platform WPS-5 Proyek Sisi Nubi AOI di WK Mahakam

140
×

PHM Sukses Onstream Platform WPS-5 Proyek Sisi Nubi AOI di WK Mahakam

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melakukan onstream Platform WPS-5 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) di lepas pantai Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada 23 Februari 2026. Keberhasilan ini menyusul onstream Platform WPS-4 yang telah lebih dulu beroperasi pada 4 Desember 2025.

Kegiatan onstream meliputi produksi perdana dua sumur baru, pengujian fasilitas produksi di Platform WPS-5, serta pengoperasian jaringan pipa. Total produksi well head gas dari kedua platform tersebut mencapai sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Proyek Sisi Nubi AOI merupakan bagian dari strategi pengembangan lapangan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat kontribusi terhadap pasokan gas nasional. Dua sumur baru yang beroperasi yakni SS-505 pada 21 Februari 2026 dan SS-504 pada 23 Februari 2026. Dari total rencana enam platform dalam proyek ini, dua telah berhasil onstream. Satu platform lainnya berada dalam tahap persiapan well intervention dan well connection, sementara dua platform masih dalam tahap pengeboran.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat PHM untuk menjaga keberlanjutan produksi migas Perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Proyek SNB AOI mencerminkan konsistensi perusahaan dalam berinvestasi pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi guna menemukan sumber daya baru, meningkatkan cadangan, serta menjaga produksi migas nasional, khususnya dari wilayah Kalimantan.

“Dengan pelaksanaan proyek yang berjalan sesuai rencana, penyelesaian keseluruhan enam platform diharapkan dapat semakin meningkatkan kapasitas produksi secara optimal dan andal,” jelasnya.

PHM juga menegaskan penerapan inovasi dan teknologi sebagai strategi mempertahankan tingkat produksi di lapangan-lapangan migas mature. Langkah ini sejalan dengan kebijakan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina.

Produksi perdana Sumur SS-505 dimulai secara bertahap setelah proses clean-up pada 21–22 Februari 2026 dengan capaian 12 mmscfd. Setelah evaluasi performa sumur dan prosedur ramp down, sumur kembali dibuka dengan target produksi lebih terkontrol di kisaran 10–11 mmscfd.

Selanjutnya, Sumur SS-504 menjalani tahap clean-up pada 23–24 Februari 2026 dan mencapai target produksi 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64”. Seluruh proses dilakukan dengan penggunaan sand filter guna menjaga kebersihan aliran serta keandalan fasilitas produksi.

PHM merupakan anak perusahaan PHI yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui kolaborasi dengan SKK Migas, perusahaan terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi guna menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, dan ramah lingkungan untuk mendukung pasokan energi nasional.