Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEksekutifIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurNusantaraPemerintahanTerkini

Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan IKN, Keputusan Pemindahan Masih Menunggu Presiden

147
×

Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan IKN, Keputusan Pemindahan Masih Menunggu Presiden

Sebarkan artikel ini

Nusantara — Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bersama pimpinan fraksi dan alat kelengkapan melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (20/4). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur dan berbagai fasilitas pendukung terkait rencana pemindahan lembaga negara ke ibu kota baru.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan meliputi peninjauan kawasan persil MPR, bandara, jalan tol, fasilitas kesehatan, hingga kantor otorita IKN.

“Yang pertama kita akan ke kantor IKN untuk mendapatkan presentasi terkait perkembangan pembangunan. Setelah itu kita meninjau persil MPR untuk melihat sejauh mana progresnya, termasuk apakah sudah ada peletakan batu pertama,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Selain itu, rombongan juga akan mengunjungi sejumlah fasilitas lain seperti masjid, rumah sakit, serta infrastruktur penunjang yang telah dibangun di kawasan IKN. Bandara Otorita IKN menjadi salah satu titik perhatian, karena berperan sebagai akses utama mobilitas pejabat dan aparatur negara.

Mengenai jadwal pemindahan MPR ke IKN, Sekjen menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya bergantung pada keputusan Presiden.

“Kalau pindah, kita tergantung arahan dari Presiden. Yang penting, kalau semuanya sudah siap, baru kita akan memindahkan ASN dari legislatif, yudikatif, dan eksekutif ke IKN,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa rancangan kawasan persil MPR telah disusun sejak 2022 melalui sayembara, namun masih terbuka kemungkinan penyesuaian sesuai kebutuhan terkini.

“Gambaran kasarnya sudah ada sejak 2022, bahkan detail ruangannya juga sudah dirancang. Tinggal penyesuaian dengan kebutuhan saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekjen menyinggung adanya upaya efisiensi anggaran dalam rencana pemindahan ini, meskipun kebutuhan utama tetap menjadi prioritas.

“Ada efisiensi, tapi kebutuhan perpindahan juga ada. Jadi nanti akan disesuaikan mana yang bisa diefisiensi dan mana yang memang menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pimpinan MPR yang telah mengonfirmasi kehadiran di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Hidayat Nur Wahid, Edi Suparno, dan Rusli Kirana, bersama pimpinan fraksi dan alat kelengkapan lainnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan baru, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan waktu pemindahan lembaga negara ke Nusantara.