Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEksekutifIndonesiaInfo PublikJakartaPemerintahanPresidenTerkini

Presiden Resmikan Sejumlah Jembatan Bailey untuk Tingkatkan Konektivitas Wilayah

160
×

Presiden Resmikan Sejumlah Jembatan Bailey untuk Tingkatkan Konektivitas Wilayah

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Presiden Republik Indonesia meresmikan pembangunan serta rehabilitasi sejumlah jembatan Bailey di berbagai daerah di Indonesia pada Senin (9/3/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Beberapa jembatan yang diresmikan berada di wilayah Aceh dan tersebar di sejumlah kabupaten. Di Kabupaten Pidie Jaya misalnya, terdapat Jembatan Gantung Garuda 1 di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, serta Jembatan Gantung Garuda 2 di Desa Ara, Kecamatan Sawang. Sementara di Kabupaten Aceh Utara, peresmian meliputi Jembatan Gantung di Desa Lhok Kuyun, Jembatan Gantung Gampong Teungoh, dan Jembatan Gantung Blang Teurkan.

Selain itu, sejumlah jembatan jenis Armco juga turut diresmikan, di antaranya Jembatan Armco Alue Gadeng Dua dan Jembatan Armco Alue Sentang di Kabupaten Aceh Tamiang, Jembatan Armco Paya Biliesa di Kabupaten Aceh Timur, serta Jembatan Armco Bate Raya dan Jembatan Armco Juli Tambo di Kabupaten Bireuen.

Adapun jembatan Bailey yang menjadi bagian dari peresmian tersebut meliputi Jembatan Bailey Teupin Mane, Teupin Reudeup, Cot Jeumpa, Kuta Blang, dan Wisata Laut Jangka di Kabupaten Bireuen. Selain itu terdapat pula Jembatan Bailey Alue Laehop dan Panton Nisam di Kabupaten Aceh Utara, Jembatan Bailey Bener Pepanyi di Kabupaten Bener Meriah, serta Jembatan Bailey Situban Makmur di Kabupaten Aceh Singkil. Pembangunan jembatan-jembatan ini bertujuan menggantikan akses lama yang rusak sekaligus membuka jalur transportasi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mempercepat akses terhadap berbagai layanan publik. Dengan infrastruktur transportasi yang lebih baik, aktivitas perekonomian masyarakat di daerah juga diharapkan dapat berkembang lebih optimal.

Jembatan Bailey sendiri merupakan konstruksi jembatan rangka baja yang bersifat modular sehingga dapat dipasang dengan relatif cepat. Teknologi ini kerap digunakan untuk kebutuhan darurat maupun percepatan pembangunan di wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Melalui pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat konektivitas nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam membuka akses wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan adanya jembatan-jembatan ini, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, distribusi logistik menjadi lebih mudah, dan aktivitas ekonomi di daerah dapat berkembang dengan lebih baik. Kami juga berharap infrastruktur ini dapat dimanfaatkan serta dijaga bersama oleh masyarakat,” ujarnya.