Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTerkini

Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur Diusulkan, Anggaran Diperkirakan Rp180 Miliar

158
×

Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur Diusulkan, Anggaran Diperkirakan Rp180 Miliar

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan mengusulkan rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur di wilayah Balikpapan Barat kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari Kementerian Perdagangan usai pertemuan antara Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta.

Wali Kota Balikpapan menyampaikan bahwa pembenahan pasar tradisional tersebut diharapkan mampu mendongkrak aktivitas ekonomi warga, khususnya di Balikpapan Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan tradisional.

“Kita sudah menyampaikan permohonan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur kepada Menteri Perdagangan. Alhamdulillah, usulan itu mendapat respons positif dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (4/3/2026) malam.

Rahmad menjelaskan, pelaksanaan pembangunan fisik nantinya akan menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara Pemerintah Kota Balikpapan bertugas memberikan rekomendasi serta melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan.

“Secara teknis nanti mekanismenya melalui Kementerian PUPR. Pemerintah kota memberikan rekomendasi dan melengkapi dokumen yang diperlukan agar prosesnya bisa dilanjutkan oleh pemerintah pusat,” kata Rahmad.

Ia menambahkan, dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk proyek revitalisasi tersebut telah diserahkan kepada pemerintah pusat. Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp180 miliar.

“DED-nya sudah kita serahkan. Dari perhitungan sementara, kebutuhan anggarannya sekitar Rp180 miliar. Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan karena dampaknya cukup besar bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Lahan Pasar Inpres Kebun Sayur sendiri merupakan aset milik Pemerintah Kota Balikpapan dengan luas kurang lebih 1,7 hektare. Selama ini, kawasan tersebut menjadi lokasi perdagangan yang cukup ramai dan berperan sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi di Balikpapan Barat.

Rahmad memastikan bahwa rencana pembangunan telah disosialisasikan kepada para pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut. Menurutnya, sebagian besar pedagang menyambut baik rencana revitalisasi karena diharapkan menghadirkan fasilitas yang lebih layak dan tertata.

“Konsep bangunan pasar sudah kita sosialisasikan kepada para pedagang dan mereka pada prinsipnya mendukung. Harapannya, nanti pasar ini bisa menjadi lebih modern, tertata rapi, dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli,” katanya.

Dari sisi ekonomi, Pasar Inpres Kebun Sayur dinilai memiliki potensi transaksi yang besar. Data pemerintah kota mencatat terdapat sekitar 599 pedagang yang berusaha di kawasan tersebut.

Rahmad mengungkapkan, dengan asumsi rata-rata omzet pedagang mencapai Rp17 juta per bulan, maka total perputaran uang di pasar tersebut cukup signifikan bagi perekonomian daerah.

“Kalau kita hitung secara sederhana, rata-rata omzet pedagang sekitar Rp17 juta per bulan dikalikan 599 pedagang. Perputaran ekonominya sangat besar. Dalam setahun nilainya bisa mencapai sekitar Rp3,1 triliun,” kata Rahmad.

Ia menilai, potensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama pentingnya revitalisasi pasar. Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan aktivitas perdagangan semakin berkembang dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Balikpapan Barat.

“Ini potensi ekonomi yang sangat baik. Karena itu kita berharap pembangunan pasar ini bisa segera terealisasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Balikpapan Barat,” ujar Rahmad.