Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintahanPemkot SamarindaSamarindaTerkini

Sekda Samarinda Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih

127
×

Sekda Samarinda Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Sekda Samarinda bersama pejabat daerah mengikuti peresmian nasional Koperasi Merah Putih secara daring di Kelurahan Harapan Baru.

Samarinda — Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan serentak di seluruh Indonesia. Pemerintah Kota Samarinda mengikuti peresmian nasional 1.061 koperasi desa dan kelurahan yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti menghadiri kegiatan tersebut di Koperasi Kelurahan Merah Putih Harapan Baru, Sabtu (16/05/2026). Acara berlangsung secara daring dan terhubung dengan ribuan titik di berbagai daerah.

Neneng hadir bersama jajaran perangkat daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni dan sejumlah pejabat daerah lainnya juga mengikuti prosesi peluncuran tersebut.

Di Kelurahan Harapan Baru, pengurus koperasi, perangkat kelurahan, dan masyarakat mengikuti jalannya acara dengan penuh antusias. Pemerintah menilai program ini menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi berbasis gotong royong di tingkat masyarakat.

Dalam sambutan virtualnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap pengembangan program Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus, kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang diketemukan di negara lain,” ungkapnya.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai skema ekonomi kerakyatan berbasis komunitas. Pemerintah pusat menargetkan koperasi menjadi ruang pengembangan usaha masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Di Samarinda, keberadaan Koperasi Merah Putih Harapan Baru diharapkan mampu mendukung pertumbuhan usaha kecil masyarakat. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha, petani, dan nelayan.

Pemerintah berharap koperasi kembali menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat melalui konsep usaha bersama yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi warga.