BALIKPAPAN – Perayaan Tahun Baru Imlek 2578 Kongzili di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, berlangsung meriah. Warga yang ingin mengajak anak-anak menikmati hiburan gratis dapat menyaksikan pertunjukan barongsai di sejumlah pusat keramaian, Selasa (17/2/2026).
Atraksi budaya Tionghoa ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Selain menjadi tontonan menarik bagi anak-anak, pertunjukan barongsai juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya di Kota Minyak.
Tiga Lokasi Pertunjukan
Berdasarkan informasi dari komunitas Barongsai Setya Dharma Balikpapan, pertunjukan digelar di tiga lokasi berbeda sepanjang hari.
Penampilan pertama berlangsung pukul 10.30 WITA di kawasan Grand City Balikpapan.
Memasuki siang hari, barongsai tampil kembali pukul 13.00 WITA di E-Walk Balikpapan Super Block.
Sementara itu, pertunjukan penutup digelar pukul 16.00 WITA di Balikpapan Plaza.
Gerakan lincah para pemain di balik kostum singa berwarna cerah, diiringi tabuhan genderang dan simbal yang ritmis, sukses memancing perhatian pengunjung. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap gerakan, bahkan berinteraksi saat barongsai mendekati penonton.
Salah satu atraksi yang paling ditunggu adalah barongsai tonggak. Dalam aksi ini, pemain melompat dari satu tiang ke tiang lain dengan ketinggian bervariasi. Atraksi akrobatik tersebut membutuhkan keseimbangan, keberanian, dan kekompakan tim, sekaligus memacu adrenalin penonton.
Warisan Budaya Ratusan Tahun
Barongsai bukan sekadar hiburan. Tarian ini memiliki sejarah panjang dalam kebudayaan Tionghoa. Sejumlah literatur mencatat, barongsai telah dikenal sejak masa Dinasti Selatan dan Utara (abad ke-5 Masehi), lalu berkembang pesat pada era Dinasti Tang.
Dalam tradisi Tiongkok, singa melambangkan keberanian, kekuatan, dan pembawa keberuntungan. Pertunjukan barongsai biasanya digelar untuk mengusir energi negatif serta menghadirkan semangat baru di awal tahun.
Di Indonesia, barongsai telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Tionghoa selama berabad-abad. Pertunjukan ini sempat dibatasi pada masa Orde Baru, namun kembali tampil terbuka setelah reformasi 1998 dan kini menjadi bagian dari perayaan Imlek secara nasional.
Di Balikpapan, pertunjukan barongsai setiap Imlek selalu dinanti warga. Selain menghibur, kegiatan ini turut menanamkan nilai toleransi dan keberagaman kepada generasi muda.
Alternatif Rekreasi Edukatif untuk Keluarga
Bagi para orangtua, pertunjukan ini menjadi pilihan rekreasi keluarga yang edukatif. Anak-anak tidak hanya menikmati pertunjukan penuh warna, tetapi juga belajar mengenal tradisi budaya yang berbeda.
“Setiap tahun kami selalu mengajak anak menonton barongsai. Selain seru, ini juga mengenalkan mereka pada budaya Tionghoa,” ujar Wati (34), salah satu pengunjung di Balikpapan Plaza.
Untuk kenyamanan, pengunjung disarankan datang lebih awal agar mendapatkan posisi menonton yang baik. Orangtua juga diimbau tetap mengawasi anak-anak karena area pertunjukan biasanya dipadati penonton.
Di tengah kesibukan kota, dentuman genderang dan gerakan dinamis barongsai menjadi pengingat bahwa perayaan bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tentang kebersamaan dan harmoni.















