Scroll untuk baca artikel
Info PublikSarSumateraSumatera BaratTerkini

Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor Lakukan Normalisasi Sungai dan Dukung Pembangunan Huntara di Agam

123
×

Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor Lakukan Normalisasi Sungai dan Dukung Pembangunan Huntara di Agam

Sebarkan artikel ini

Sumatera Barat — Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor yang melaksanakan BKO di wilayah Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan kemanusiaan berupa normalisasi aliran sungai serta dukungan terhadap pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (21/1/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas dampak banjir bandang yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Bencana itu menyisakan material berupa lumpur, kayu, bebatuan, dan sampah yang menumpuk di sepanjang bantaran sungai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya banjir susulan jika tidak segera ditangani.

Personel Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor bergerak cepat melakukan pembersihan serta pengangkatan sisa material banjir guna mengembalikan fungsi sungai. Langkah ini juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana untuk mengurangi potensi kejadian serupa, terutama di tengah intensitas curah hujan yang masih tinggi.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara gotong royong dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat. Kolaborasi antara aparat dan warga tampak melalui kerja bersama membersihkan area sungai dan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian kolektif dalam penanganan dampak bencana.

Tidak hanya fokus pada normalisasi sungai, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor juga turut membantu percepatan pembangunan Huntara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Lingkungan yang bersih dan aman diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan, sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian sementara yang layak.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan pascabencana. Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna mempercepat pemulihan serta meminimalkan risiko bencana susulan,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Ia juga menambahkan bahwa normalisasi sungai dan dukungan terhadap pembangunan Huntara merupakan bagian penting dari proses pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dan aman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi lingkungan Desa Kampung Tengah segera pulih, potensi banjir susulan dapat ditekan, serta masyarakat terdampak memperoleh kembali harapan dan semangat untuk bangkit menata kehidupan pascabencana.