Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDaerahIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurTerkiniTokoh

Viktor Yuan Tekankan Wisata Samarinda Harus Beri Dampak Nyata ke Ekonomi Masyarakat

99
×

Viktor Yuan Tekankan Wisata Samarinda Harus Beri Dampak Nyata ke Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Samarinda, ceritapublik.com — Pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan legislatif daerah. Anggota Komisi II DPRD Samarinda, H. Viktor Yuan, SH., MH, menilai sejumlah destinasi wisata unggulan di kota tersebut memiliki potensi besar, namun belum memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat sekitar.
Beberapa destinasi yang menjadi perhatian antara lain Desa Budaya Pampang, Kampung Ketupat, serta kawasan wisata alam Bukit Steling. Ketiga kawasan tersebut dinilai memiliki karakteristik berbeda, mulai dari wisata budaya, edukasi, hingga panorama alam, yang seharusnya mampu menjadi penggerak ekonomi lokal secara lebih kuat.

Namun demikian, Viktor menilai hingga saat ini dampak ekonomi yang ditimbulkan masih terbatas dan belum menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan. Menurutnya, aktivitas wisata di lokasi-lokasi tersebut belum sepenuhnya terhubung dengan ekosistem ekonomi masyarakat, seperti UMKM, kuliner, kerajinan, hingga jasa penunjang wisata lainnya.
“Potensi wisata di Samarinda itu sangat besar, tetapi memang belum optimal dalam menciptakan efek berganda bagi perekonomian warga sekitar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata seharusnya tidak hanya dipahami sebagai aktivitas kunjungan semata, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor turunan. Ketika wisata berkembang dengan baik, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata.

Viktor menyoroti pentingnya penguatan konsep pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) sebagai salah satu pendekatan yang dapat diterapkan.
Melalui konsep ini, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dilibatkan secara aktif sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata.
“Kalau masyarakat dilibatkan secara langsung, maka dampak ekonominya akan jauh lebih terasa. Ini yang harus diperkuat ke depan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk memperkuat perencanaan pengembangan destinasi wisata secara lebih terintegrasi.
Mulai dari penataan kawasan, peningkatan fasilitas pendukung, pengelolaan kebersihan, hingga penguatan aksesibilitas menuju lokasi wisata dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik wisata.

Tidak hanya itu, Viktor menilai promosi digital juga harus menjadi fokus utama dalam pengembangan pariwisata daerah.
Pemanfaatan media sosial, platform digital, serta kolaborasi dengan kreator konten lokal dinilai dapat membantu memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Samarinda.
“Promosi wisata harus mengikuti perkembangan zaman. Digitalisasi menjadi kunci agar destinasi kita lebih dikenal luas,” tegasnya.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat, sehingga destinasi seperti Desa Budaya Pampang, Kampung Ketupat, dan Bukit Steling tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. “Dengan pengelolaan yang tepat, saya yakin sektor pariwisata bisa menjadi salah satu penopang ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tutupnya. (Adv/AI)