Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikJakartaPolriTeknologiTerkini

Wakapolri Sebut Operasi Ketupat 2026 Didukung Teknologi Canggih

154
×

Wakapolri Sebut Operasi Ketupat 2026 Didukung Teknologi Canggih

Sebarkan artikel ini

Jakarta — Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tahun ini didukung berbagai teknologi modern untuk memantau situasi arus mudik secara lebih akurat dan cepat. Hal tersebut disampaikan Wakapolri Dedi Prasetyo saat meninjau kesiapan Command Center Operasi Ketupat di KM 29 Tol Jakarta–Cikampek.

Menurut Dedi, kesiapan teknologi dalam pengamanan mudik tahun ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbagai perangkat yang digunakan memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas secara real time sekaligus membantu pengambilan keputusan dalam penerapan rekayasa lalu lintas.

Selain itu, seluruh personel patroli lalu lintas yang bertugas di lapangan juga telah dilengkapi kamera tubuh (bodycam). Perangkat tersebut berfungsi memantau situasi di lapangan sekaligus memastikan setiap tindakan anggota dapat diawasi dengan baik.

“Bodycam ini penting untuk melihat situasi sekaligus mengontrol tindakan-tindakan yang dilakukan anggota di lapangan,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, pengamanan arus mudik juga didukung Command Center mobile yang dilengkapi dengan drone serta sistem penindakan pelanggaran lalu lintas elektronik menggunakan drone ETLE.

“Kalau menurut saya tahun ini jauh lebih siap. Selain teknologi Command Center mobile yang dilengkapi drone, untuk penindakan lalu lintas secara elektronik kita juga menggunakan drone ETLE,” katanya.

Drone tersebut digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas di titik-titik yang tidak terjangkau kamera pengawas atau CCTV. Dengan dukungan teknologi ini, petugas dapat memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih menyeluruh sehingga analisis situasi dapat dilakukan dengan cepat.

Selain pemantauan menggunakan drone, pengawasan arus mudik juga didukung analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengolahan data lalu lintas secara realtime di sepanjang jalur mudik. Sistem ini terintegrasi dengan command center di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra hingga Bali.

Pemantauan juga dilengkapi teknologi traffic counting yang berfungsi menghitung jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan utama. Data tersebut menjadi acuan bagi petugas untuk menentukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow maupun one way apabila terjadi lonjakan volume kendaraan.

Seluruh data tersebut ditampilkan secara terintegrasi pada layar monitor Command Center di Pos Terpadu Operasi Ketupat Rest Area KM 29.

Salah satu sistem yang digunakan adalah Aplikasi K3I (Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi), yaitu aplikasi berbasis peta digital yang memuat berbagai informasi penting terkait jalur mudik.

Melalui aplikasi ini, petugas dapat memantau berbagai titik strategis seperti posisi personel polisi lalu lintas yang sedang bertugas, jaringan CCTV, hingga lokasi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Selain itu, sistem tersebut juga menampilkan fasilitas pendukung perjalanan masyarakat seperti pintu tol, SPBU, tempat ibadah, lokasi wisata, hingga titik rawan kemacetan atau trouble spot dan blank spot.

Aplikasi tersebut juga memuat informasi berbagai simpul transportasi seperti bandara, terminal, pelabuhan, hingga rumah sakit yang berada di sepanjang jalur mudik.

Di Command Center KM 29, layar monitor juga terhubung dengan jaringan CCTV milik National Traffic Management Center serta CCTV dari Jasa Marga yang tersebar di sejumlah ruas jalan tol.

Integrasi berbagai sistem tersebut memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas secara komprehensif dari satu pusat kendali. Selain itu, Polri juga mengoperasikan drone ETLE untuk menindak pelanggaran lalu lintas secara elektronik tanpa harus menghentikan kendaraan secara langsung di jalan.

Dengan dukungan teknologi tersebut, Polri berharap pengawasan arus mudik dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan transparan sehingga pelayanan kepada masyarakat selama perjalanan mudik dapat berjalan optimal.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.