Aceh Tengah – Prajurit Batalyon Zeni Tempur 17/AD (Yonzipur 17/AD) jajaran Kodam VI/Mulawarman menuntaskan pembangunan jembatan darurat di Sungai Kala Ili setelah bekerja selama tiga pekan penuh. Jembatan tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan lima desa, yakni Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, dan Reje Payung.
Sebanyak 30 personel yang dipimpin Letda Czi Taufiq bersinergi dengan unsur BNPB dan dukungan masyarakat setempat dalam proses pembangunan. Upaya ini dilakukan untuk membuka kembali keterisolasian wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Sebelumnya, warga hanya dapat memanfaatkan jembatan apung darurat yang terbatas untuk kendaraan roda dua. Dengan selesainya pembangunan jembatan darurat Kala Ili, akses kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga status terisolasi lima desa tersebut resmi berakhir.
Semangat gotong royong antara prajurit, unsur BNPB, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pengerjaan. Kehadiran jembatan darurat tidak hanya memulihkan jalur transportasi dan memperlancar distribusi bantuan, tetapi juga mendukung kembali aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan warga.
Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Keberadaan prajurit di tengah masyarakat harus memberikan solusi dan harapan. Apa yang dilakukan Yonzipur 17/AD ini adalah implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” tegasnya.
Kodam VI/Mulawarman menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya di wilayah terdampak bencana, guna mendukung pemulihan dan ketahanan wilayah secara berkelanjutan.















