Scroll untuk baca artikel
BalikpapanInfo PublikKalimantan TimurTerkini

Kolaborasi PKK dan OPD Berbuah Hasil, Angka Stunting Balikpapan Terus Menurun

166
×

Kolaborasi PKK dan OPD Berbuah Hasil, Angka Stunting Balikpapan Terus Menurun

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Upaya penanganan stunting di Kota Balikpapan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Angka stunting yang sebelumnya berada di atas 20 persen kini berhasil ditekan hingga mendekati target nasional sebesar 17 persen.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor, terutama sinergi antara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama agar program pemerintah pusat dapat berjalan efektif hingga ke tingkat masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan Posyandu berjalan dengan baik dan angka stunting berhasil kita tekan. Ini berkat kerja sama dan kolaborasi PKK dengan OPD-OPD terkait,” ujar Nurlena usai pelantikan pengurus TP PKK Kota Balikpapan periode 2025–2030 di Balai Kota Balikpapan, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, dalam kepengurusan TP PKK yang baru, unsur OPD secara sengaja dilibatkan sebagai anggota. Langkah ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi pemerintah.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, tentu PKK memiliki keterbatasan. Karena itu, kami melibatkan OPD yang memiliki program dan anggaran sejalan agar bisa dikolaborasikan dengan kegiatan PKK dan Posyandu,” jelasnya.

Nurlena menambahkan, Posyandu secara struktural melibatkan enam sektor utama, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, pengelolaan keuangan, serta sektor lingkungan hidup. Seluruh sektor tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas, khususnya percepatan penurunan stunting.

“Stunting masih menjadi perhatian serius. Namun dengan kerja sama yang solid, alhamdulillah angkanya terus menurun dan kita optimistis bisa mencapai target nasional,” katanya.

Selain sektor kesehatan, TP PKK Kota Balikpapan juga mendorong peningkatan literasi masyarakat. Menurut Nurlena, tingkat literasi membaca di Indonesia, termasuk di Balikpapan, masih perlu terus ditingkatkan.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa seluruh program PKK dan Posyandu harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program-program yang dijalankan harus benar-benar menyentuh warga dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus TP PKK dan pembina Posyandu agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Kerja yang benar, kerja yang baik, dan kerja dengan ikhlas. Bekerja dengan tuntas demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.