Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanInfo PublikKalimantan TimurSamarindaTerkini

Tekan Overkapasitas, Rutan Kelas IIA Balikpapan Pindahkan 50 Warga Binaan ke Lapas Kelas IIA Samarinda

139
×

Tekan Overkapasitas, Rutan Kelas IIA Balikpapan Pindahkan 50 Warga Binaan ke Lapas Kelas IIA Samarinda

Sebarkan artikel ini

BALIKPAPAN — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan memindahkan 50 warga binaan ke Lapas Kelas IIA Samarinda, Selasa (10/2/2026). Langkah ini diambil untuk mengurangi overkapasitas hunian sekaligus mengoptimalkan pembinaan serta penguatan keamanan.

Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Agus Salim, menegaskan bahwa mutasi tersebut bukan sekadar pemindahan administratif, melainkan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Selain itu, pemindahan bertujuan memastikan proses pembinaan berjalan lebih efektif dan sesuai tahapan masa pidana masing-masing warga binaan.

“Kami juga memastikan seluruh warga binaan yang dimutasi dalam kondisi sehat dan aman selama perjalanan,” ujar Agus, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, mutasi ini memberi kesempatan bagi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan lanjutan di Lapas Kelas IIA Samarinda sehingga proses pembinaan dapat berlangsung lebih optimal.

Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat petugas Rutan Balikpapan yang bersinergi dengan aparat kepolisian. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari pengeluaran narapidana dari kamar hunian, pengambilan sidik jari, hingga pencatatan dalam buku register administrasi pemasyarakatan.

“Petugas kami juga melaksanakan pemeriksaan barang dan pemeriksaan badan guna memastikan tidak adanya barang terlarang yang dibawa oleh warga binaan,” ungkap Agus.

Sebelum diberangkatkan, para warga binaan menerima arahan dari Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Muhammad Adi Putra. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, mematuhi aturan selama proses pemindahan, serta mengikuti program pembinaan di tempat baru dengan sikap kooperatif.

Agus berharap mutasi ini membuat kondisi hunian di Rutan Balikpapan lebih kondusif, sehingga pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan semakin maksimal.

“Kami terus berkomitmen mendukung pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berintegritas,” tutupnya.