Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPolda kaltimTerkini

Polda Kaltim Dirikan 93 Pos Pengamanan dan Pelayanan untuk Mudik Lebaran 2026

145
×

Polda Kaltim Dirikan 93 Pos Pengamanan dan Pelayanan untuk Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyiapkan puluhan pos pengamanan dan pelayanan dalam rangka mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Mahakam. Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung keamanan masyarakat serta kelancaran mobilitas selama masa libur Idulfitri.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Ahmad Yunuari Ihsan, menyampaikan bahwa total terdapat 93 pos yang disiapkan pada operasi tahun ini. Pos tersebut terdiri dari 52 pos pengamanan dan 27 pos pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Timur.

“Untuk Operasi Ketupat Mahakam tahun ini kami menyiapkan 52 pos pengamanan dan 27 pos pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Timur,” kata Ahmad Yunuari Ihsan, Senin (16/3/2026).

Selain itu, kepolisian juga menyiapkan 14 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi berbagai instansi selama pelaksanaan pengamanan Lebaran.

“Di samping itu ada 14 pos terpadu. Di pos ini seluruh instansi dan stakeholder terkait bergabung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ahmad Yunuari, pos-pos tersebut tidak hanya difungsikan untuk pengamanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Di pos pelayanan, pemudik dapat beristirahat, memperoleh informasi terkait kondisi lalu lintas, hingga mendapatkan bantuan apabila mengalami kendala selama perjalanan.

“Pos-pos ini disiapkan untuk membantu masyarakat selama perjalanan mudik, baik untuk beristirahat, mendapatkan informasi, maupun jika membutuhkan bantuan,” katanya.

Penempatan pos pengamanan dan pelayanan dilakukan di sejumlah titik yang memiliki potensi kerawanan serta tingkat mobilitas tinggi, seperti jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga kawasan wisata.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik arus mudik di Kalimantan Timur berbeda dengan di Pulau Jawa yang didominasi perjalanan darat jarak jauh. Di wilayah ini, aktivitas mudik lebih banyak terjadi melalui jalur laut dan udara.

“Kalau di Kalimantan ini mudik antarwilayah lewat jalur darat relatif tidak terlalu banyak. Yang justru lebih ramai adalah pergerakan di pelabuhan dan bandara,” ujarnya.

Oleh karena itu, sejumlah pos pengamanan juga ditempatkan di sekitar pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

“Biasanya ketika kapal penumpang datang atau berangkat, kendaraan penjemput dan pengantar menumpuk di depan pelabuhan. Ini yang harus kita atur agar tidak terjadi kemacetan,” kata Ahmad Yunuari.

Selain itu, kepolisian juga mempersiapkan pengamanan di kawasan wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan setelah Hari Raya Idulfitri. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan wisata Manggar di Balikpapan Timur yang setiap tahun ramai pengunjung pada H+1 hingga H+2 Lebaran.

“Di daerah Manggar jalannya relatif sempit, sementara tempat wisatanya cukup banyak dan biasanya sangat ramai setelah Lebaran,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam, Polda Kalimantan Timur mengerahkan sebanyak 1.975 personel dari berbagai satuan kepolisian dengan dukungan instansi terkait.

“Total ada 1.975 personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Mahakam tahun ini,” kata Ahmad Yunuari.

Ia berharap dengan kesiapan pos pengamanan dan pelayanan tersebut, masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

“Kita berharap dengan kesiapan pos pengamanan dan pelayanan ini, masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” ujar Ahmad Yunuari.