Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanInfo PublikKalimantan TimurTerkini

Antisipasi El Nino 2026, PTMB Susun Strategi Layanan Air Berbasis Data

127
×

Antisipasi El Nino 2026, PTMB Susun Strategi Layanan Air Berbasis Data

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan strategi layanan air bersih berbasis data dan simulasi teknis guna menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan mulai berlangsung pada April dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

Upaya ini dibahas dalam rapat koordinasi strategis antara PTMB dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV pada 31 Maret 2026. Pertemuan tersebut menitikberatkan pada langkah menjaga keberlanjutan pasokan air bersih di tengah ancaman kekeringan ekstrem.

Direktur Utama PTMB, Saharuddin, menegaskan bahwa seluruh langkah mitigasi disusun secara terukur dengan mengacu pada data teknis, bukan sekadar perkiraan.

“Mitigasi yang kami siapkan bukan berbasis asumsi, tetapi berbasis data dan simulasi. Kami menghitung secara detail potensi penurunan air baku, dampaknya terhadap produksi, hingga skema distribusi agar layanan tetap berjalan,” ujar Saharuddin, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa sistem penyediaan air baku di Balikpapan masih sangat bergantung pada air tadah hujan, khususnya dari Waduk Manggar. Dalam kondisi normal, permukaan air waduk dapat turun sekitar 5 sentimeter per hari. Namun saat El Nino, penurunan berpotensi lebih cepat akibat berkurangnya curah hujan dan aliran masuk (inflow).

Selain penurunan volume, kualitas air juga berisiko menurun. Tingkat kekeruhan dapat meningkat, disertai masuknya pasir dan udara ke dalam sistem pompa, serta pertumbuhan gulma air yang berpotensi mengganggu proses produksi.

Saat ini, cakupan layanan PTMB telah mencapai sekitar 77,02 persen dari total kebutuhan masyarakat Balikpapan. Tingginya ketergantungan tersebut membuat potensi gangguan produksi perlu diantisipasi secara matang.

Sebagai langkah utama, PTMB bersama BWS akan mengoptimalkan tampungan Waduk Manggar dan Bendungan Sungai Wain melalui pengaturan pintu air guna menjaga volume sebelum puncak musim kemarau. Selain itu, diterapkan skenario simulasi pengambilan air sebesar 75 persen dengan asumsi inflow hanya 50 persen agar stabilitas waduk tetap terjaga hingga akhir tahun.

Langkah tambahan juga dilakukan dengan memanfaatkan tiga bendungan pengendali (bendali) sebagai sumber suplai alternatif. Di sisi operasional, PTMB menyiapkan skema distribusi adaptif. Apabila produksi air turun di bawah 70 persen dari kapasitas normal, distribusi akan diberlakukan secara bergiliran dari wilayah hulu ke hilir.

Untuk kondisi darurat, PTMB menyiagakan sekitar 30 unit mobil tangki air yang diprioritaskan bagi wilayah dengan elevasi tinggi, daerah terjauh, serta fasilitas vital seperti rumah sakit.

Selain langkah jangka pendek, PTMB juga menyiapkan strategi jangka menengah melalui optimalisasi sumber air alternatif. Upaya tersebut meliputi reaktivasi sumur bor yang tidak aktif, pembangunan dua sumur bor baru di kawasan Gunung Tembak dan Jalan Mufakat, serta optimalisasi bendungan pengendali yang telah tersedia.

PTMB juga membuka peluang untuk mengajukan tambahan anggaran ke pemerintah pusat guna memperkuat infrastruktur air bersih sebagai bagian dari upaya mitigasi kekeringan secara nasional.

Saharuddin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi potensi krisis air tersebut.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa kondisi ini adalah tantangan bersama. Dengan penggunaan air yang lebih bijak, kita bisa menjaga agar distribusi tetap merata dan tidak terjadi krisis yang lebih besar,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, PTMB bersama BWS akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengeluarkan imbauan resmi terkait penghematan air, sekaligus meningkatkan literasi publik mengenai dampak El Nino.

PTMB pun mengimbau masyarakat mulai menerapkan perilaku hemat air, seperti mengurangi penggunaan berlebih, menampung air saat distribusi berlangsung, serta menggunakan air secara efisien dalam aktivitas sehari-hari.

“Air adalah kebutuhan dasar yang harus kita jaga bersama. Dengan langkah yang terencana dan kesadaran kolektif, kita bisa menghadapi El Nino ini dengan lebih siap dan tetap melayani masyarakat secara optimal,” ujar Saharuddin.