Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEdukasiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurNusantaraTerkini

IKN Fun Day Hadirkan Dongeng Satwa dan Aktivitas Edukatif

120
×

IKN Fun Day Hadirkan Dongeng Satwa dan Aktivitas Edukatif

Sebarkan artikel ini
Anak-anak mengikuti kegiatan dongeng satwa dalam acara IKN Fun Day di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Nusantara —  IKN Fun Day menghadirkan dongeng satwa, permainan tradisional, hingga aktivitas edukatif bagi anak dan keluarga selama libur Kenaikan Yesus Kristus di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.

Kegiatan tersebut digelar Otorita Ibu Kota Nusantara di kawasan Sentra Massa IKN, Minggu (17/05/2026). Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri, tampil langsung membawakan dongeng interaktif kepada anak-anak yang hadir bersama keluarga mereka.

Kegiatan mendongeng menjadi bagian dari rangkaian IKN Fun Day yang dirancang untuk menghadirkan ruang rekreasi ramah keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.

“Ini adalah rangkaian dari IKN Fun Day yang diselenggarakan selama musim liburan pendek ini untuk membuka kesempatan bagi pengunjung bersama keluarga melakukan aktivitas selain mengunjungi tempat-tempat yang ada. Kami juga menyediakan tempat-tempat untuk beristirahat dan memberi kesempatan bagi anak-anak merasakan permainan tradisional yang mengandalkan kemampuan motorik kasar,” ujar Myrna.

Dalam sesi tersebut, Myrna menyampaikan dongeng improvisasi tentang satwa yang hidup di hutan Kalimantan. Cerita disampaikan secara interaktif dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

“Dongengnya bukan fabel seperti biasa, tetapi improvisasi tentang beberapa hewan yang ditemukan di hutan Kalimantan. Kami ingin mengenalkan jenis-jenis satwa, baik burung maupun mamalia, sekaligus memberi stimulasi kepada anak-anak agar mereka bisa menyampaikan harapan mereka terhadap IKN,” katanya.

Anak-anak juga diajak berdialog mengenai gambaran kota impian mereka di masa depan. Mereka menyampaikan berbagai harapan, mulai dari lebih banyak bunga, pohon, hingga fasilitas publik seperti kafe.

Menurut Myrna, kegiatan mendongeng menjadi sarana penting untuk mendengar perspektif generasi muda terkait masa depan IKN.

“Jangan lupa bahwa IKN ini akan lengkap pada tahun 2045. Anak-anak yang sekarang berusia lima, tujuh, atau sembilan tahun, kelak akan menjadi generasi muda yang hidup dan beraktivitas di IKN. Karena itu suara mereka perlu didengar. Ini menjadi medium komunikasi yang menarik dengan anak-anak,” ujarnya.

Selain dongeng, Otorita IKN juga menghadirkan permainan tradisional, kegiatan mewarnai, video edukasi, hingga area bermain catur bagi pengunjung dewasa. Seluruh aktivitas dirancang untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan nyaman bagi keluarga.

“Kami membayangkan dalam beberapa menit anak-anak dan orang tua bisa melupakan gadget. Anak-anak bisa mendengarkan dongeng, menonton video edukasi, mewarnai. Ini bagus untuk motorik halus dan motorik kasar. Sambil menunggu, keluarga juga bisa bermain catur. Kami ingin memberi contoh bahwa ruang-ruang publik di IKN ramah keluarga,” tutup Myrna.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan tingginya kunjungan masyarakat akan memperkuat pemahaman publik terhadap pembangunan IKN yang terus berjalan.

“IKN adalah kota terbuka, silahkan semua orang dapat menikmati setiap detail kota Nusantara. Adagium yang mengatakan ‘seeing is believing’ atau melihat sendiri jadi percaya jadi penting dalam hal ini. Ayo, ke IKN! Jangan mudah percaya pada ujaran di media sosial yang mengatakan bahwa pembangunan IKN macet bahkan mangkrak. Itu adalah berita bohong dan kabar yang menyesatkan. Kota ini direncanakan dan dibangun dengan perhatian dan penuh semangat serta memiliki makna historis bagi bangsa dan negara Indonesia. Mari bersama-sama kita sukseskan hasil pemikiran dan kerja keras anak bangsa ini untuk Indonesia yang maju, modern dan unggul di mata dunia,” pungkas Troy.