Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTerkiniWakil Wali Kota Balikpapan

Pemkot Balikpapan Serahkan SK Pensiun dan Santunan ASN

127
×

Pemkot Balikpapan Serahkan SK Pensiun dan Santunan ASN

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyerahkan SK pensiun kepada ASN purna tugas di Balai Kota Balikpapan

Balikpapan — ASN purna tugas Balikpapan menerima SK pensiun, kenaikan pangkat pengabdian, serta santunan dari Pemerintah Kota Balikpapan dalam acara di Aula Balai Kota Balikpapan, Senin (18/5/2026).

Pemerintah Kota Balikpapan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pensiun, kenaikan pangkat pengabdian, dan santunan kepada 14 aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas karena mencapai batas usia pensiun.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan penghargaan atas dedikasi para ASN yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di lingkungan Pemkot Balikpapan. Ia menegaskan masa pensiun bukan akhir dari pengabdian kepada masyarakat dan negara.

“Purna tugas bukan berarti berhenti berkarya. Pengabdian kepada bangsa tetap bisa dilakukan melalui cara yang berbeda, baik di tengah keluarga, masyarakat, organisasi sosial, kegiatan keagamaan, maupun aktivitas produktif lainnya,” ujar Bagus.

Bagus menyebut pengalaman dan kebijaksanaan para ASN purna tugas menjadi modal sosial yang penting bagi masyarakat. Menurutnya, semangat pengabdian seorang ASN akan terus hadir meski telah meninggalkan jabatan formal di pemerintahan.

“Saya yakin jiwa pengabdian seorang ASN tidak akan pernah benar-benar pensiun, hanya berganti ruang dan peran, namun tetap hadir untuk Indonesia dengan pendekatan yang berbeda,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Pemkot Balikpapan bersama Korpri dan PT Taspen menyerahkan SK pensiun, tali asih, serta tabungan hari tua kepada para penerima. Pemerintah kota juga memberikan santunan senilai Rp7,5 juta kepada masing-masing ASN purna tugas.

“Ada dari Taspen, ada tabungan hari tua, kemudian dari Pemkot ada santunan senilai Rp7,5 juta,” ungkap Bagus.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para ASN dalam menjalani masa pensiun. Bagus juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan etos kerja di lingkungan birokrasi.

Menurut dia, tantangan pelayanan publik ke depan akan semakin kompleks sehingga budaya kerja profesional harus terus diperkuat, termasuk melalui keterbukaan terhadap kritik dan masukan.

“Keterbukaan terhadap kritik dan masukan menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan birokrasi,” tuturnya.

Bagus menutup sambutannya dengan doa dan apresiasi kepada seluruh ASN yang memasuki masa purna tugas agar tetap sehat dan produktif setelah pensiun.

“Terima kasih atas pengabdian Bapak dan Ibu sekalian. Tetap sehat, tetap berkarya, dan tetap menjaga tali silaturahmi,” katanya.