Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanBerauBontangEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurKubarKuKarKutai TimurPaserPrestasiSamarindaTerkini

10 Finalis Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 Masuk Tahap Penilaian

192
×

10 Finalis Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 Masuk Tahap Penilaian

Sebarkan artikel ini
Presentasi finalis Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 di Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

Samarinda — Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 memasuki tahap presentasi dan validasi data sebagai bagian penilaian menuju penetapan tiga desa wisata terbaik tingkat provinsi.

Tahapan tersebut diikuti 10 desa wisata dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sapta Pesona Lantai II Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, didampingi Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Angit Ding, memimpin langsung proses penilaian.

Ririn menegaskan penilaian tahun ini memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan sejumlah instrumen utama dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan.

“Penilaian tahun ini menjadi sangat strategis karena mengintegrasikan tiga instrumen besar sebagai acuan utama,” ujarnya.

Instrumen penilaian meliputi lima aspek indikator desa wisata terbaik, dimensi Wonderful Indonesia Awards (WIA), serta implementasi Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 38 Tahun 2025.

Aspek tersebut mencakup manajemen, produk wisata, fasilitas, lingkungan, kelembagaan, keberlanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Tim juri terdiri dari Ketua IHGMA DPD Kaltim Wied Pratama, pemerhati budaya Marliana Wahyuningrum dari DPD IPPRISIA, serta akademisi pariwisata I Wayan Lanang Nala. Ketiganya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Timur.

Setiap finalis mendapatkan waktu 30 menit untuk memaparkan potensi dan inovasi desa wisata masing-masing. Waktu tersebut terbagi dalam sesi presentasi selama 15 menit dan tanya jawab selama 15 menit.

Sepuluh finalis yang mengikuti tahapan ini berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Mereka yakni Desa Wisata Pampang Kota Samarinda, Desa Wisata Satimpo Indah Kota Bontang, Desa Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove Kota Balikpapan, Desa Wisata Klempang Sari Kabupaten Paser, Desa Wisata Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara, Desa Wisata Sangkuliman Kabupaten Kutai Kartanegara, Desa Wisata Lutan Kabupaten Mahakam Ulu, Desa Wisata Tanjung Isuy Kabupaten Kutai Barat, Desa Wisata Teluk Harapan Kabupaten Berau, dan Desa Wisata Bhuana Sari Bumi Rapak Kabupaten Kutai Timur.

Setelah tahap presentasi dan validasi selesai, dewan juri akan menentukan tiga desa wisata terbaik untuk mengikuti visitasi lapangan sebelum penetapan juara akhir.

“Program ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi Pokdarwis di Kalimantan Timur untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membangun kemitraan demi mewujudkan pariwisata daerah yang berdaulat dan berkelanjutan,” tutup Ririn.