Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDaerahIndonesiaInfo PublikPemerintahanSamarindaTerkiniTokoh

Perbankan Jadi Pilar Pembangunan Daerah, H. Viktor Yuan: UMKM Samarinda Harus Jadi Prioritas Pembiayaan

127
×

Perbankan Jadi Pilar Pembangunan Daerah, H. Viktor Yuan: UMKM Samarinda Harus Jadi Prioritas Pembiayaan

Sebarkan artikel ini

SAMARINDA, ceritapublik.com – Sektor perbankan memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang pembangunan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di Kota Samarinda, keberadaan industri perbankan dinilai tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Anggota DPRD Kota Samarinda dan juga menjabat sebagai Ketua Fraksi DPRD Kota Samarinda, H. Viktor Yuan, S.H., M.H., menilai kontribusi sektor perbankan terhadap pembangunan daerah semakin penting di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Menurutnya, akses pembiayaan yang diberikan perbankan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja baru.
“Perbankan memiliki fungsi yang sangat vital dalam pembangunan daerah. Melalui berbagai produk pembiayaan dan layanan keuangan yang tersedia, masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas ekonominya,” ujar Viktor Yuan kepada ceritapublik.com, belum lama ini.
Ia menjelaskan, UMKM selama ini menjadi sektor yang paling dekat dengan masyarakat karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal.

Namun demikian, persoalan keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama yang dihadapi banyak pelaku usaha.
Dalam konteks tersebut, Viktor menilai kehadiran perbankan menjadi solusi yang sangat dibutuhkan.
Berbagai program pembiayaan, termasuk kredit usaha rakyat (KUR), kredit modal kerja, hingga pembiayaan investasi, memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.
“Ketika pelaku UMKM memperoleh akses modal yang memadai, mereka bisa memperluas usaha, menambah tenaga kerja, meningkatkan kualitas produk, dan memperbesar kapasitas produksi. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya aktivitas ekonomi,” katanya.

Menurut Viktor, perkembangan sektor perbankan juga harus diikuti dengan peningkatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
Sebab, masih terdapat pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami berbagai layanan keuangan formal yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan usaha mereka.
Ia menilai edukasi mengenai pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan layanan perbankan digital perlu terus diperluas hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Masyarakat perlu memahami bagaimana mengelola keuangan usaha secara baik, memanfaatkan kredit secara produktif, dan menggunakan layanan perbankan secara optimal untuk mendukung perkembangan bisnis mereka,” ujarnya.
Selain itu, Viktor juga menyoroti transformasi digital yang saat ini dilakukan industri perbankan.

Menurutnya, digitalisasi layanan keuangan telah memberikan kemudahan yang signifikan bagi pelaku usaha, terutama dalam melakukan transaksi dan memperluas jaringan pemasaran.
Layanan perbankan berbasis digital seperti mobile banking, internet banking, QRIS, dan berbagai platform pembayaran elektronik telah membantu pelaku UMKM menjalankan usaha dengan lebih efisien dan kompetitif.

“Di era digital saat ini, pelaku UMKM tidak lagi hanya bersaing di tingkat lokal. Mereka memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, dukungan perbankan melalui layanan digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, Viktor menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor perbankan, dunia usaha, dan masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus mendorong terciptanya iklim investasi dan usaha yang kondusif, sementara sektor perbankan diharapkan tetap memberikan perhatian besar terhadap pembiayaan sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Ketika perbankan aktif mendukung UMKM dan sektor produktif lainnya, maka efek bergandanya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Viktor optimistis Kota Samarinda memiliki potensi ekonomi yang besar untuk terus berkembang, terlebih dengan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).Momentum tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan dengan memperkuat sektor usaha lokal agar mampu menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi regional.
“UMKM Samarinda harus menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi Kalimantan Timur. Karena itu, dukungan pembiayaan, pendampingan usaha, serta kemudahan akses layanan perbankan perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” pungkasnya. (Adv/AI)