Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDinas PendidikanDisdikbudIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanPendidikanTerkiniWali Kota Balikpapan

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Baru

98
×

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Baru

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyerahkan seragam sekolah gratis secara simbolis kepada siswa baru di SD Negeri 009 Balikpapan Utara.

Balikpapan — Seragam sekolah gratis Balikpapan kembali disalurkan kepada sekitar 150 ribu peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mendistribusikan sekitar 150 ribu stel seragam sekolah gratis kepada peserta didik baru. Program tersebut mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, hingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Kesetaraan di sekolah negeri maupun swasta.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud didampingi Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan siswa di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026).

Rahmad mengatakan program tersebut menjadi wujud kehadiran pemerintah untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala biaya perlengkapan sekolah.

“Pembagian seragam sekolah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyukseskan program wajib belajar 13 tahun. Kami ingin membangun fondasi karakter, kemandirian, serta kesiapan anak sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.”

Pemerintah menyiapkan sekitar 150 ribu stel seragam yang terdiri atas seragam nasional, batik, dan Pramuka. Bantuan diberikan kepada peserta didik baru di sekolah negeri, sekolah swasta, hingga satuan pendidikan nonformal.

Rahmad menilai program tersebut tidak hanya membantu mengurangi pengeluaran orang tua saat memasuki tahun ajaran baru. Menurutnya, kebijakan itu juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah investasi terbaik. Kita ingin anak-anak Balikpapan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan, terutama dengan posisi Balikpapan sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara.”

Selain membagikan seragam gratis, Pemkot Balikpapan terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pembangunan ruang kelas baru, optimalisasi rombongan belajar, pemberian stimulus bagi sekolah swasta, serta pembangunan SMP Negeri 29 di kawasan Grand City untuk menambah daya tampung peserta didik.

Rahmad juga menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Balikpapan berlangsung secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik gratifikasi dan titipan siswa. Ia menyebut capaian Tes Kemampuan Akademik siswa sekolah dasar di Balikpapan berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional.

“Ini menjadi bukti kualitas pendidikan kita terus meningkat. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Balikpapan.”

Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik menjelaskan setiap peserta didik baru akan menerima tiga jenis seragam lengkap beserta topi dan ikat pinggang. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, Pemerintah Kota Balikpapan kembali menunaikan komitmen memberikan seragam sekolah gratis. Total yang didistribusikan sekitar 150.000 stel untuk peserta didik mulai dari PAUD, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan.”

Irfan menargetkan seluruh seragam diterima siswa sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung penuh pada 20 Juli 2026. Ia menilai program tersebut membantu orang tua mengurangi pengeluaran pada awal tahun ajaran sekaligus meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.

“Harapannya anak-anak lebih percaya diri karena seluruh siswa mengenakan seragam yang sama. Program ini juga sangat membantu orang tua karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk membeli seragam di awal tahun ajaran.”

Menurut Irfan, pengadaan seragam secara terpusat juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Program tersebut diharapkan mampu menekan lonjakan pengeluaran masyarakat yang kerap memicu inflasi saat tahun ajaran baru.

“Melalui program ini, kita berharap tekanan inflasi akibat belanja seragam sekolah dapat ditekan. Jadi manfaatnya bukan hanya dirasakan keluarga siswa, tetapi juga bagi perekonomian daerah.”