CERITAPUBLIK.COM | Malang – Operasi SAR (Search And Rescue) yang digelar resmi mulai hari Sabtu, 16/3/2025 sampai hari ini Minggu (17/3/2025) belum berhasil menemukan Mesdiono (35) yang dilaporkan hilang sejak kepergian nya mencari rumput pakan ternak pada Kamis, (13/3/2025).
Perlu diketahui bahwa Mesdiono (35) seorang pemuda asal Dusun Bara’an, Desa Pait, Kec. Kasembon, Kab Malang, Jawa Timur, telah dinyatakan hilang setelah pihak keluarga melaporkan ke perangkat desa setempat bahwa yang bersangkutan belum berada dirumah sampai malam hari semenjak kepergian nya pada siang hari itu ke hutan untuk mencari pakan ternaknya.
Pencarian survivor (Mesdiono) langsung dilakukan malam itu juga oleh masyarakat dan perangkat desa setempat ke dalam hutan tempat survivor biasa mencari rumput, sampai pada pukul 23:00 WIB penyusuran malam itu belum membuahkan hasil juga maka, diputuskan pencarian akan dilanjutkan pada esok hari Jumat, (14/3/2025).
Namun karena pencarian oleh warga sekitar dan dibantu oleh relawan PMI dan CORRE Indonesia sampai siang itu juga belum menunjukan hasil, maka atas usulan dari beberapa relawan SAR, malam itu perangkat desa disaksikan oleh Sekretaris Camat Kec. Kasembon menyetujui untuk dilakukan pelaporan ke BASARNAS (Unit Siaga SAR Malang Raya). BASARNAS langsung merespon laporan tersebut dan malam itu juga Yoni Kepala Unit Siaga SAR Malang Raya (BASARNAS Surabaya) langsung mendatangi lokasi kejadian peristiwa disusul oleh 3 orang anggota Potensi SAR Malang Raya dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Pait Soenarto (54) yang sudah menunggu dikediamannya bersama beberapa relawan serta perangkat desa dan sekcam Kasembon.
Dari hasil koordinasi malam itu Yoni selaku Kepala Unit Siaga SAR Malang Raya (USSMR) memutuskan untuk dilakukan gelar operasi SAR dimulai pada Sabtu (15/3/2025) dan memerintahkan anak buahnya untuk segera melakukan persiapan perlengkapan yang dibutuhkan dan memberangkat tim kelokasi pada esuk hari 06:00 WIB.
Operasi SAR hari pertama Sabtu (15/3/2025) dilakukan oleh Tim SAR gabungan berjumlah sekitar 40 orang yang terdiri dari BASARNAS, Potensi SAR, relawan dan masyarakat dibagi menjadi 2 SRU dimulai pada pukul 07:30 WIB sampai 16:00 WIB. SRU 1 menyisir dari bawah (lokasi terakhir survivor terlihat oleh saksi mata) ke arah atas dan SRU 2 menyisir dari atas kearah bawah. Namun, penyisiran hari itu tidak membuahkan hasil alias NIHIL.
Pencarian dilanjutkan pada Minggu, (16/3/2025) dengan metode yang sama namun dengan memperluas area penyisiran serta dengan tambahan kekuatan tim dari beberapa organisasi Potensi SAR yang ikut datang dan membantu pencarian. Namun, sampai malam ini belum bisa ditemukan keberadaan survivor (Mesdiono).
Mempertimbangkan kondisi area pencarian serta cuaca yang kurang mendukung, maka malam ini Yoni memutuskan untuk meminta dukungan anjing pelacak dari unit SARDOG Kediri untuk pencarian hari ke 3 besuk Senin, (17/3/2025).
Harapannya, mudah-mudahan dengan dukungan unit anjing pelacak keberadaan Mesdiono akan segera diketemukan, mengingat besuk Senin (17/3/2025) terhitung sudah 4 hari survivor meninggalkan rumah. (Dwie Derek)















