Jakarta — Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono, mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan jantung dalam webinar peringatan HUT ke-48 Klub Jantung Sehat (KJS). Kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk pengurus YJI tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta anggota KJS.
Dalam sambutannya, Annisa menyampaikan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan tingginya jumlah pasien penyakit jantung pada kelompok usia muda. Kelompok usia 25–34 tahun tercatat sebanyak 140.206 orang, sedikit lebih tinggi dibanding kelompok usia 15–24 tahun yang mencapai 139.891 orang.
Ia menilai kondisi tersebut memprihatinkan karena penyakit jantung selama ini identik dengan usia lanjut. Gaya hidup tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik atau budaya “mager”, pola makan tidak seimbang, serta konsumsi rokok dan alkohol, termasuk rokok elektrik, disebut menjadi faktor pemicu utama.
Pada kesempatan yang sama, Dede Kusmana, salah satu pendiri Klub Jantung Sehat pada 28 Februari 1978, memaparkan perkembangan organisasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa pada tahun pertama berdiri, anggota KJS Jakarta hanya berjumlah 35 orang. Kini, jumlahnya telah mencapai puluhan ribu yang tersebar di seluruh Indonesia.
Guru Besar Universitas Indonesia yang diangkat pada 2003 itu juga menceritakan perjalanan berdirinya YJI sejak 1974 hingga sekarang. Di usia 83 tahun, ia masih aktif sebagai pembina YJI dan kerap menjadi pembicara di berbagai forum nasional maupun internasional.
Sesi berikutnya diisi oleh Bambang Dwiputra, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Ia menyoroti pengaruh pola makan terhadap kesehatan jantung, termasuk kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak dan garam.
Menurut dr. Bambang, faktor risiko terbesar penyakit jantung di Indonesia antara lain kurang aktivitas fisik (34,3%), obesitas (30,5%), hipertensi (29,6%), merokok (28,3%), dan diabetes melitus (1,8%).
Ia juga memaparkan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, seperti nyeri dada, pusing atau mual, nyeri yang menjalar ke rahang atau lengan kiri, hingga sesak napas.
Untuk pencegahan, dr. Bambang menyarankan olahraga aerobik selama 150–300 menit per minggu atau rata-rata 30 menit per hari, serta diselingi latihan beban dua kali seminggu.
Ia menambahkan bahwa puasa Ramadhan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung karena membantu memperbaiki metabolisme, mengontrol gula darah, meningkatkan pembakaran lemak, serta membentuk kebiasaan hidup lebih sehat.
Terkait sahur yang ramah jantung, ia merekomendasikan konsumsi karbohidrat kompleks seperti oat dan nasi merah, protein cukup dari telur atau ikan, serta makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah. Ia juga mengingatkan untuk membatasi asupan garam dan gorengan.
Webinar yang berlangsung sekitar dua jam tersebut diikuti dengan antusias. Karena keterbatasan kapasitas Zoom, panitia menyediakan siaran langsung melalui kanal YouTube YJI. Di akhir acara, panitia yang diketuai dr. Gobind membagikan 20 doorprize secara acak kepada peserta, khususnya anggota Klub Jantung Sehat.















