Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintahanPemprov KaltimTerkini

Bahlil Minta Proyek Migas Kaltim Libatkan Pengusaha Lokal

184
×

Bahlil Minta Proyek Migas Kaltim Libatkan Pengusaha Lokal

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan pidato dalam acara IPA 2026 di ICE BSD Tangerang

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan proyek migas besar di Kalimantan Timur harus melibatkan pengusaha lokal yang kompeten agar masyarakat daerah menjadi pelaku utama di wilayahnya sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri Konvensi dan Pameran Tahunan ke-50 Indonesian Petroleum Association 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam sambutannya, Bahlil sempat menyapa Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang tengah menjadi sorotan publik.

“Pak Rudy, berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral. Kalau kita jadi pejabat, enggak viral itu enggak top.”

Bahlil kemudian melanjutkan candaan tersebut dengan menyebut dinamika politik dan sorotan publik sebagai hal yang biasa dihadapi pejabat.

“Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan mensiasati. Ah, dengan kata lain harus kita olah-olah sedikit. Enggak apa-apalah kamu ketua Golkar kok. Jadi enggak ada itu kita mundur-mundur.”

Usai mencairkan suasana, Bahlil langsung menyoroti pengembangan proyek hulu migas di Kalimantan Timur. Ia meminta percepatan operasional perusahaan migas multinasional, Eni dan Petronas, yang baru menemukan cadangan gas sebesar 7 Trillion Cubic Feet (TCF) serta 200 ribu barel ekuivalen minyak.

Menurut Bahlil, proyek tersebut harus mulai berproduksi pada periode 2028 hingga 2029. Ia juga meminta Kepala SKK Migas mengolaborasikan proyek itu dengan pengusaha lokal Kalimantan Timur agar tidak hanya dikuasai kontraktor dari Jakarta.

“Jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri.”

Meski membuka ruang besar bagi pelaku usaha lokal, Bahlil menekankan keterlibatan tersebut harus berbasis profesionalisme dan kemampuan teknis.

“Selama profesional, jangan orang daerah juga pengusahanya pengusaha proposal.”

Pemerintah menilai kolaborasi antara investor migas global dan pengusaha lokal dapat mempercepat pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas industri penunjang energi di daerah penghasil migas.