Balikpapan — Balikpapan Kota Penyangga IKN terus diperkuat melalui pengembangan inovasi hijau dan pembangunan berkelanjutan guna menghadapi percepatan pertumbuhan kawasan di sekitar Ibu Kota Nusantara.
Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya inovasi melalui kegiatan Penghargaan Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2026 yang digelar di Balikpapan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut kini berkembang menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan solusi atas tantangan perkotaan di tengah pesatnya pembangunan kawasan penyangga IKN.
Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., menyatakan percepatan pembangunan di sekitar IKN harus diimbangi dengan pelayanan publik yang inovatif, berkualitas, serta tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Perubahan harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi. Kota Balikpapan tidak hanya dituntut tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu mempertahankan kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.”
Menurut Rahmad Mas’ud, tantangan kota masa depan semakin kompleks akibat urbanisasi, pertumbuhan permukiman, hingga meningkatnya kebutuhan energi. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengantisipasi perubahan sejak dini agar pembangunan tetap terkendali dan berpihak pada kualitas hidup masyarakat.
Pemkot Balikpapan juga melibatkan pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas kreatif, serta organisasi perangkat daerah dalam membangun budaya inovasi. Partisipasi masyarakat dalam Krenova disebut terus meningkat setiap tahun dengan berbagai inovasi yang menyentuh bidang teknologi, lingkungan, efisiensi energi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
“Balikpapan ingin menjadi kota yang adaptif dan mampu menjawab tantangan masa depan melalui inovasi yang lahir dari masyarakat sendiri.”
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan juga melakukan diseminasi panduan teknis konservasi energi dan air untuk bangunan gedung. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan ramah lingkungan di tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur dan sektor properti.
Panduan teknis tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pengembang, instansi pemerintah, dan masyarakat dalam menerapkan konsep bangunan hemat energi serta efisien dalam penggunaan air. Pemerintah menilai sektor bangunan memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi perkotaan sehingga penguatan regulasi dan edukasi konservasi energi dinilai penting untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca secara bertahap.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat melalui dukungan mitra pembangunan dan organisasi internasional untuk meningkatkan kapasitas teknis daerah.
Rahmad Mas’ud menegaskan pembangunan Balikpapan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.
“Kita ingin Balikpapan menjadi kota modern yang tetap hijau, nyaman dihuni, dan mampu memberi kualitas hidup terbaik bagi masyarakat.”
Melalui penguatan budaya inovasi dan pembangunan berkelanjutan, Balikpapan terus meneguhkan posisinya sebagai kota penyangga IKN yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan.















