Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanEkonomiKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTerkiniWakil Wali Kota Balikpapan

Balikpapan Tambah 56 Hektare Sawah Baru di Gunung Binjai

114
×

Balikpapan Tambah 56 Hektare Sawah Baru di Gunung Binjai

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau kawasan persawahan Gunung Binjai di Balikpapan Timur

Balikpapan — Ketahanan pangan Balikpapan diperkuat melalui pengembangan kawasan pertanian Gunung Binjai dengan penambahan 56 hektare sawah baru dan pembangunan infrastruktur irigasi.

Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong pengembangan kawasan pertanian di Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Kawasan tersebut menjadi salah satu penyangga utama produksi pangan lokal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat perkotaan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan saat ini terdapat sekitar 42 hektare lahan persawahan aktif yang dikelola kelompok tani setempat.

“Kita berada di tengah area persawahan yang sudah diberdayakan oleh kelompok tani di Gunung Binjai dengan luas kurang lebih 42 hektare. Kawasan ini akan terus kami dorong agar produktivitasnya meningkat.”

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Balikpapan mulai membangun jalan usaha tani sepanjang dua kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah distribusi hasil panen dan mobilitas petani.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan saluran irigasi teknis dan irigasi tersier guna menjaga ketersediaan air pertanian sepanjang tahun.

Bagus menyebut Pemkot Balikpapan telah mengidentifikasi sekitar 56 hektare lahan potensial yang akan dikembangkan menjadi area persawahan baru pada tahun mendatang.

“Ada beberapa program prioritas yang kami siapkan, seperti pembangunan dan perluasan jalan usaha tani, rehabilitasi serta cetak sawah baru, hingga pengembangan sistem saluran irigasi.”

Selain itu, pemerintah tengah mengkaji pembangunan sumur air dalam atau sumur bor sebagai alternatif sumber irigasi saat musim kemarau.

“Pemkot Balikpapan sedang mengkaji pembangunan sumur air dalam sebagai solusi alternatif irigasi. Kami ingin memastikan pasokan air untuk pertanian tetap tersedia saat musim kemarau.”

Pengembangan kawasan pertanian Gunung Binjai dinilai strategis karena Balikpapan masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, seperti Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, hingga Sulawesi Selatan.

Pemkot Balikpapan berharap peningkatan produksi pangan lokal dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan distribusi dari wilayah lain.

Program pengembangan sawah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Pemerintah menargetkan Gunung Binjai berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Kota Balikpapan.