Bocah hilang di Kutim yang sebelumnya dilaporkan menghilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan semak belukar dekat Masjid Agung Al-Faruq, Bukit Pelangi, Sangatta, Kutai Timur. Tim gabungan dari Jatanras Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Timur, dan Polsek Sangatta Utara menemukan jasad Royyan Prasetyo (7) setelah melakukan pencarian dan penyelidikan intensif.
Sebelumnya, orang tua korban melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Sangatta Utara pada Senin (2/6). Kasus tersebut sempat memunculkan informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan penculikan disertai permintaan tebusan.
Kasi Humas Polres Kutai Timur, AIPTU Wahyu Winarko, membenarkan penemuan jasad korban. Polisi juga telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, korban bukan merupakan korban penculikan seperti yang ramai diperbincangkan.
“Bukan korban penculikan,tetapi korban perampasan hak anak. Korban ditemukan oleh tim gabungan terdiri dari Jatanras Polda Kaltim, Polres Kutim dan Polsek Sangatta Utara,” bebernya.
Polisi menangkap terduga pelaku di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Saat diamankan, terduga pelaku diduga tengah berupaya melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diringkus petugas.
Wahyu mengatakan penyidik masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. Hingga kini, pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih berlangsung di Polda Kalimantan Timur.
“Hingga kini polisi masih menggali keterangan terduga pelaku, apakah motif kejahatan yang dilakukan sehingga korban dibunuh. Bisa saja motip karena dendam atau punya masalah dengan orang tua pelaku,” tuturnya.
Terduga pelaku saat ini telah diamankan di Polda Kalimantan Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian menyatakan informasi resmi terkait perkembangan kasus akan disampaikan oleh Polda Kaltim setelah proses penyidikan berjalan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya berbagai informasi terkait kasus ini di media sosial.
“Saat ini memang telah beredar di media sosial terkait kasus ini, namun kami imbau masyarakat tidak mudah begitu saja percaya atas informasi itu, sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian,” pintanya.
Sebelum penemuan korban, tim gabungan dari Polres Kutai Timur dan Polsek Sangatta Utara telah bergerak sejak laporan kehilangan diterima. Petugas melakukan penelusuran, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan keluarga korban untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kepolisian terus berkoordinasi dengan keluarga korban, saksi-saksi, serta pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang akurat,” pungkasnya.















