Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikSamarindaTerkini

Danantara Siapkan 14 Industri Hilirisasi Ayam Petelur di Kaltim Senilai Rp1 Triliun

120
×

Danantara Siapkan 14 Industri Hilirisasi Ayam Petelur di Kaltim Senilai Rp1 Triliun

Sebarkan artikel ini
Fadli Sufiani menjelaskan rencana pembangunan 14 industri hilirisasi ayam petelur di Kalimantan Timur senilai Rp1 triliun.

Samarinda — Danantara Hilirisasi Ayam Petelur Kaltim menjadi langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi telur lokal melalui pembangunan 14 unit industri peternakan terintegrasi senilai lebih dari Rp1 triliun.

Pemerintah melalui Danantara berencana membangun 14 unit industri hilirisasi ayam petelur terintegrasi di Kalimantan Timur. Proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat pasokan telur daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur, Fadli Sufiani, menyebut produksi telur lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan masyarakat. Sisanya masih didatangkan dari luar daerah.

“Ini adalah kebijakan yang luar biasa dari pemerintah pusat. Melalui Danantara, kucuran dana APBN sebesar lebih dari Rp 1 triliun akan dialokasikan untuk Kaltim.”

Fadli menjelaskan, kawasan industri tersebut akan dibangun secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang disiapkan meliputi satu kandang parent stock atau pembibitan ayam petelur beserta tempat penetasan telur, empat kandang pembesaran ayam petelur, dan enam rumah potong unggas.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun satu pabrik pakan, satu fasilitas pengolahan daging ayam, serta satu fasilitas pengolahan telur. Kehadiran seluruh sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi rantai pasok sektor peternakan di Kalimantan Timur.

Menurut Fadli, proyek ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Keberadaan industri ayam petelur terintegrasi dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus meningkat.

Berdasarkan data DPKH Kaltim, sebanyak 372 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di daerah tersebut melayani sekitar 3.000 porsi makanan. Badan Gizi Nasional mewajibkan konsumsi telur dan daging ayam bagi anak sekolah masing-masing dua kali dalam sepekan.

Kebutuhan telur untuk mendukung program MBG di Kalimantan Timur diperkirakan hampir mencapai 2,2 juta butir setiap minggu. Sementara itu, kebutuhan daging ayam mencapai sekitar 169 ton dalam satu kali pelaksanaan makan serentak atau sekitar 338 ton per minggu.

Meski kebutuhan daging ayam cukup besar, produksi ayam potong di Kalimantan Timur saat ini telah berada pada kondisi surplus. Kondisi tersebut didukung oleh keberadaan perusahaan swasta yang bergerak di sektor peternakan dan perunggasan di wilayah tersebut.

Saat ini, DPKH Kalimantan Timur bersama tim terpadu dari pemerintah pusat masih melakukan survei terhadap sejumlah lahan potensial yang akan digunakan untuk pembangunan industri peternakan tersebut.

“Syaratnya lokasi tersebut harus jauh dari permukiman, tidak berdekatan dengan peternakan komoditas lain, dan syarat lainnya yang harus dipenuhi dalam pembangunan ini,” pungkasnya.