Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanBPBD BalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemkot BalikpapanTerkini

Gelombang Pasang Balikpapan Robohkan Tiga Rumah, Pemkot Kaji Relokasi Warga Pesisir

115
×

Gelombang Pasang Balikpapan Robohkan Tiga Rumah, Pemkot Kaji Relokasi Warga Pesisir

Sebarkan artikel ini
Warga mengevakuasi puing-puing rumah yang roboh akibat gelombang pasang di RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan, Jumat (10/7/2026).

Balikpapan — Gelombang pasang Balikpapan merobohkan tiga rumah warga di Klandasan Ulu pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan penampungan sementara sekaligus mengkaji relokasi permukiman di kawasan pesisir.

Gelombang pasang terjadi sekitar pukul 04.44 Wita dan menghantam permukiman di Jalan Jenderal Sudirman Gang PDI, RT 09, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota. Selain tiga rumah roboh, satu rumah lainnya mengalami kerusakan dan dinyatakan tidak layak huni.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah keluarga terdampak, termasuk anak-anak, balita, dan bayi, harus mengungsi akibat kerusakan rumah.

Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, mengatakan pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan untuk mempercepat penanganan warga.

“Kami sudah melaporkan ke BPBD. Selanjutnya kami akan berkoordinasi untuk menentukan lokasi penampungan sementara bagi warga terdampak.”

Rosin menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat. Pemkot juga akan mengevaluasi keberlanjutan permukiman yang berada di atas perairan karena kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gelombang pasang.

“Nanti akan kami bahas bersama tim, apakah sebaiknya membangun rumah kembali atau relokasi.”

Sambil menunggu bantuan resmi yang masih melalui proses administrasi, pihak kecamatan telah menyalurkan bantuan darurat yang berasal dari sumbangan pegawai dan koperasi kecamatan.

“Kalau bantuan pemerintah tentu ada proses administrasi. Sementara ini bantuan berasal dari teman-teman pegawai kecamatan dan koperasi agar kebutuhan warga bisa segera terpenuhi.”

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan personel langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan warga. Tim melakukan asesmen, memastikan kondisi korban, dan mendata tingkat kerusakan bangunan.

“Begitu menerima informasi, tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, memastikan kondisi warga, sekaligus mendata kerusakan yang terjadi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.”

Berdasarkan pendataan sementara, rumah yang roboh merupakan milik Misnan dan Zainah di nomor 34, Syamsudin dan Suriyani Ningsih Atun di nomor 35, serta Hendra dan Mustika Sari di nomor 32. Seluruh rumah tersebut dihuni oleh beberapa anggota keluarga.

Menurut Usman, gelombang pasang menghantam permukiman yang berada tepat di bibir pantai sehingga struktur bangunan tidak mampu menahan terjangan ombak.

“Rumah-rumah yang berada sangat dekat dengan garis pantai memang memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika terjadi gelombang pasang, terlebih jika dipengaruhi kondisi cuaca dan angin yang cukup kuat. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.”

BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Pendataan kerusakan juga masih berlangsung sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan perangkat wilayah untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera dipenuhi. Pendataan juga masih berlangsung untuk mengetahui besaran kerugian yang ditimbulkan.”

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.

“Kami mengimbau warga agar tidak mengabaikan potensi gelombang tinggi, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Jika melihat adanya ancaman terhadap keselamatan, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti.”

Hingga Jumat siang, petugas gabungan masih melakukan evakuasi barang milik warga, mengamankan lokasi terdampak, dan menyelesaikan pendataan sebagai dasar penyaluran bantuan bagi para korban.