Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanTerkini

Harga Daging Sapi Segar di Balikpapan Naik hingga Rp180.000 per Kilogram, Disdag Sarankan Alternatif Daging Beku

133
×

Harga Daging Sapi Segar di Balikpapan Naik hingga Rp180.000 per Kilogram, Disdag Sarankan Alternatif Daging Beku

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Harga daging sapi segar di sejumlah pasar tradisional Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh Rp180.000 per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan warga karena berdampak pada daya beli, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Salah seorang pembeli, Deli, mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai harga saat ini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.

“Kaget. Sekarang beli ya seadanya saja. Biasanya Rp50.000 itu masih dapat. Dulu Rp100.000 sampai Rp120.000 atau Rp130.000 paling mahal, sekarang sudah tidak dapat,” ujarnya saat ditemui di pasar, Jum’at (27/2/2026).

Ia berharap harga kebutuhan pokok, termasuk daging sapi, dapat kembali stabil sehingga tidak membebani masyarakat.

“Harapannya ya standar saja lah. Kita kan tahu kondisi pasar seperti apa, itu saja,” kata dia.

Pedagang daging sapi, Agus, menyebut kenaikan harga mulai terjadi sejak awal Ramadhan. Saat ini, harga jual berada di kisaran Rp170.000 hingga Rp180.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ketersediaan barang.

“Kenaikan ini sejak barang kosong. Sapi-sapi kampung dicari. Kalau dapat sapi kampung baru bisa jualan, kalau tidak dapat ya tidak jualan,” ujar Agus.

Ia menjelaskan bahwa distribusi sapi dari daerah pemasok terhambat akibat cuaca buruk dan banjir di sejumlah wilayah.

“Pengiriman masih terkendala. Di sana banjir terus, jadi pasokan berkurang,” katanya.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan dari sisi penjualan. Agus mengakui jumlah pembeli menurun seiring harga yang semakin tinggi.

“Penjualan sekarang terasa sepi. Dengan harga tinggi begini, pembeli juga berkurang,” ucapnya.

Pedagang lainnya, Hamka, turut membenarkan adanya kenaikan harga. Ia menyebut sebelumnya harga berada di angka Rp150.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp160.000 hingga Rp170.000 per kilogram.

“Naik sejak bulan kemarin, awal puasa. Barang kosong dari Makassar, dari NTT juga kosong,” kata Hamka.

Menurutnya, harga daging sapi segar berpotensi tetap tinggi hingga mendekati Idul Fitri apabila pasokan belum kembali normal.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Muhammad Anwar, menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.

“Upaya kami adalah selalu berkomunikasi dengan para distributor, khususnya daging. Memang masyarakat kita lebih senang mengonsumsi daging segar dibandingkan daging beku,” ujar Anwar.

Ia menambahkan bahwa dari segi mutu dan kebersihan, daging beku tidak kalah dengan daging segar.

“Daging beku itu prosesnya juga dari sapi segar, pengolahan sampai penjualannya terjaga. Jadi secara higienis sangat baik,” katanya.

Saat ini, harga daging beku di pasaran berkisar antara Rp110.000 hingga Rp130.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan daging sapi segar. Produk daging beku yang beredar umumnya merupakan barang impor.

Selain mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan daging beku sebagai alternatif, Disdag juga telah melaksanakan pasar murah menjelang Ramadhan guna membantu menekan harga kebutuhan pokok.

“Kami kemarin mengadakan gerakan pasar murah dengan menghadirkan distributor daging beku yang menjual sesuai harga yang sudah ditetapkan,” ujar Anwar.

Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat di tengah tingginya harga daging sapi segar, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan daya beli warga Balikpapan.