Nusantara — Kunjungan akademik Universitas Hasanuddin ke Otorita IKN menegaskan penguatan sinergi pemerintah dan kampus dalam mengembangkan konsep kota berkelanjutan melalui pendekatan sponge city dan forest city.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/4/2026) di Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara ini diikuti oleh Fakultas Teknik, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Hasanuddin. Selain diskusi, rombongan juga melakukan peninjauan lapangan untuk melihat langsung implementasi konsep perencanaan kota di kawasan IKN.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas akademik sekaligus memperluas wawasan keilmuan di bidang perencanaan wilayah dan kota, khususnya dalam konteks pembangunan kota modern yang berkelanjutan dan inovatif.
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran bersama antara pemerintah dan akademisi dalam mengembangkan konsep pembangunan kota masa depan.
“Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang belajar bersama dalam memahami dan mengembangkan implementasi sponge city dan forest city di IKN,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Otorita IKN memaparkan penerapan konsep sponge city dan forest city dalam tata ruang, termasuk pengelolaan kawasan lindung serta pelestarian keanekaragaman hayati. Selain itu, dibahas pula strategi pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan wilayah sekitar seperti Balikpapan dan Samarinda guna memperkuat sektor ekonomi dan industri.
Ketua Departemen PWK Universitas Hasanuddin, Dr. Eng. Ihsan, menyampaikan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bagian dari penguatan kurikulum akademik di kampus, sekaligus memenuhi agenda studi banding yang diamanahkan oleh asosiasi keilmuan perencanaan.
“Pembelajaran hari ini akan kami integrasikan ke dalam kurikulum. Kegiatan ini juga merupakan amanah dari Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) untuk melakukan studi banding ke IKN, khususnya dalam memperdalam perencanaan kota,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan dunia akademik dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai model kota masa depan yang ramah lingkungan, adaptif, dan terintegrasi.















