Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBerauEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintahanTerkini

Inflasi Berau Juni 2026 Terendah di Kaltim, Tertahan Meski BBM Naik

120
×

Inflasi Berau Juni 2026 Terendah di Kaltim, Tertahan Meski BBM Naik

Sebarkan artikel ini
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau di Tanjung Redeb sebagai kantor perilis data inflasi Juni 2026.

Tanjung Redeb — Inflasi Berau Juni 2026 tercatat sebagai yang terendah di Kalimantan Timur. Kenaikan harga BBM nonsubsidi, bawang merah, dan tarif angkutan udara belum memicu lonjakan inflasi yang signifikan.

Kabupaten Berau mencatat inflasi bulanan sebesar 0,27 persen pada Juni 2026 atau secara month to month (mtm). Capaian tersebut menjadi yang terendah di Kalimantan Timur berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau.

Sementara itu, inflasi tahunan atau year on year (yoy) mencapai 3,35 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 2,88 persen.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Juni dengan andil 0,36 persen. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero) sejak 10 Juni 2026 menjadi faktor utama kenaikan tersebut.

“Kenaikan harga Pertamax mengikuti formula penetapan harga pemerintah yang dipengaruhi perkembangan harga minyak mentah dunia.”

Selain BBM, harga bawang merah juga memberi tekanan terhadap inflasi. Penurunan pasokan dari daerah sentra produksi akibat hasil panen yang berkurang dan kendala distribusi membuat harga meningkat. Permintaan masyarakat yang masih tinggi setelah Iduladha turut memperkuat kenaikan harga.

Komoditas pangan lain yang ikut menyumbang inflasi meliputi beras, tomat, kangkung, cabai rawit, dan wortel. Dari kelompok nonpangan, tarif angkutan udara serta rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) juga memberikan andil terhadap kenaikan inflasi.

Meski demikian, laju inflasi berhasil tertahan karena harga sejumlah komoditas mengalami penurunan. Daging ayam ras, udang basah, ikan tongkol, ikan kembung, semangka, terong, pisang, dan kacang panjang membantu meredam kenaikan harga secara umum.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,81 persen. Kelompok transportasi menyumbang 0,37 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil 0,66 persen. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor dominan pada kelompok terakhir.

Yudi menegaskan bahwa meski inflasi tahunan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi bulanan Berau tetap menjadi yang paling rendah di Kalimantan Timur.

“Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 0,86 persen, sedangkan Kabupaten Berau menjadi yang terendah dengan inflasi 0,27 persen.”

Ia juga mengingatkan bahwa sejak Januari 2024 BPS menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan tahun dasar 2022=100 sebagai acuan penghitungan inflasi.

“Pembaruan tersebut kita terus lakukan untuk menyesuaikan perubahan pola konsumsi masyarakat berdasarkan hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022, sekaligus menyempurnakan metode penghitungan inflasi di seluruh Indonesia.”