Balikpapan — Job Market Fair 2026 Balikpapan menyediakan 2.044 lowongan kerja dari 84 perusahaan. Bursa kerja ini digelar pada 14–15 Juli 2026 di BSCC Dome untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
Pemerintah Kota Balikpapan kembali menggelar Job Market Fair (JMF) 2026 sebagai upaya memperluas akses kerja bagi masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan itu berlangsung pada 14–15 Juli 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
Sebanyak 84 perusahaan berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut. Mereka menawarkan 2.044 lowongan yang mencakup 69 jenis jabatan dari berbagai sektor usaha. Peluang kerja tersedia di bidang perdagangan, industri pengolahan, jasa keuangan, perhotelan, konstruksi, logistik, hingga sektor pendukung minyak dan gas.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan penyelenggaraan Job Market Fair menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan tenaga kerja.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya.”
Adamin menjelaskan kebutuhan tenaga kerja masih didominasi lulusan SMA dan SMK. Dari total 2.044 lowongan, sebanyak 1.085 formasi diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK. Selain itu, tersedia 391 lowongan bagi lulusan Diploma, 567 lowongan untuk lulusan Sarjana (S1), serta satu lowongan yang dapat diisi lulusan SMP.
“Data ini menunjukkan bahwa tenaga kerja vokasi masih menjadi kebutuhan utama dunia usaha di Balikpapan. Karena itu kami berharap para lulusan SMA maupun SMK dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.”
Posisi yang paling banyak dibutuhkan meliputi tenaga sales dan marketing, mekanik mesin dan alat berat, pramuniaga, management trainee, kolektor, operator alat berat, tenaga administrasi, paramedis, tenaga kebersihan, serta frontliner.
Perusahaan peserta berasal dari berbagai sektor yang menjadi penopang ekonomi Balikpapan. Dominasi peserta berasal dari perdagangan besar dan eceran, aktivitas keuangan dan asuransi, penyedia akomodasi dan makanan minuman, jasa penyewaan dan ketenagakerjaan, serta industri pengolahan.
Disnaker Balikpapan mencatat hingga Juni 2026 masih terdapat 2.827 pencari kerja yang belum memperoleh pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah terus menghadirkan bursa kerja sebagai sarana mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.
“Karena itu, penyelenggaraan Job Market Fair diharapkan menjadi solusi mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dengan calon pekerja.”
Selain proses rekrutmen, JMF 2026 juga menyediakan layanan pembuatan Kartu Tanda Pencari Kerja (AK-1), informasi ketenagakerjaan, serta konsultasi mengenai proses rekrutmen dan persyaratan yang dibutuhkan perusahaan. Pelamar dapat menyerahkan berkas lamaran secara langsung dan mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan masing-masing perusahaan.
“Kami mengajak seluruh pencari kerja di Balikpapan memanfaatkan momentum ini untuk memperoleh pekerjaan, meningkatkan kompetensi, sekaligus membangun karier yang lebih baik.”















