Scroll untuk baca artikel
BalikpapanInfo PublikKalimantan TimurTerkini

Kapal Feri Miring Saat Sandar di Pelabuhan Semayang, Satu Penumpang Diduga Tewas Terjepit Kendaraan

202
×

Kapal Feri Miring Saat Sandar di Pelabuhan Semayang, Satu Penumpang Diduga Tewas Terjepit Kendaraan

Sebarkan artikel ini

BALIKPAPAN — Kapal feri Dharma Kartika IX dilaporkan mengalami kondisi miring saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (27/1/2026) pagi. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan satu orang diduga meninggal dunia.

Akibat kejadian itu, beberapa korban luka langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara satu penumpang lainnya diduga meninggal dunia di lokasi akibat terjepit kendaraan bermuatan sembako dan masih menunggu proses evakuasi.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, mengatakan pihaknya menerima laporan permintaan bantuan sekitar pukul 07.00 Wita, tidak lama setelah kapal sandar.

“Sekitar pukul 07.00 pagi kami menerima permintaan bantuan dari masyarakat, khususnya penumpang yang baru turun dari kapal feri Dharma Kartika IX yang datang dari Parepare, Sulawesi Selatan, menuju Balikpapan,” ujar Topan.

Berdasarkan laporan awal, kapal berada dalam kondisi miring dan terdapat dugaan penumpang yang terjepit di dalam kendaraan kecil di dek kapal. Menindaklanjuti laporan tersebut, Lanal Balikpapan segera mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan, Polsek Pelabuhan Semayang, Basarnas, Pelindo, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Prioritas utama kami saat tiba di lokasi adalah mengevakuasi korban yang mengalami luka ringan maupun luka berat. Tercatat ada sekitar empat orang yang telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas Topan.

Selain korban luka, satu penumpang lainnya diduga meninggal dunia, namun belum dapat dievakuasi karena posisinya terjepit di antara kendaraan di dalam kapal.

“Dari pemeriksaan awal, di dalam kapal terdapat satu orang yang diduga meninggal dunia. Namun hingga saat ini belum bisa dievakuasi karena posisinya berada di tengah dan terjepit di kendaraan kecil,” katanya.

Topan menambahkan, proses evakuasi korban meninggal dunia menunggu kondisi kapal dinyatakan aman. Area pelabuhan terlebih dahulu disterilkan guna mencegah risiko tambahan akibat posisi kapal yang miring.

“Kami mengamankan area bersama Polri, Pelindo, dan stakeholder pelabuhan. Setelah dinyatakan aman, pihak kapal dan Pelindo akan mengeluarkan kendaraan satu per satu untuk mengurangi beban kapal agar tidak semakin miring,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Pelabuhan Semayang AKP Harri Purnomo mengatakan pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab insiden tersebut.

“Untuk penyebab kejadian masih kami selidiki. Saat ini fokus utama adalah pengamanan lokasi dan proses evakuasi,” ujarnya.

Terkait status operasional kapal, Harri menyebutkan belum ada keputusan apakah kapal akan ditahan atau diizinkan melanjutkan pelayaran.

“Belum bisa dipastikan. Kami lihat perkembangan dan hasil penyelidikan terlebih dahulu,” katanya.

Diketahui, kapal feri Dharma Kartika IX dijadwalkan tiba di Pelabuhan Semayang sekitar pukul 02.00 Wita, namun baru sandar sekitar pukul 06.00 Wita. Kondisi miring diketahui terjadi setelah kapal bersandar.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi korban yang diduga meninggal dunia masih menunggu kondisi kapal dinyatakan aman, sementara aparat gabungan terus melakukan pengamanan di lokasi kejadian.