Scroll untuk baca artikel
BalikpapanInfo PublikOpiniTerkini

Kilang Balikpapan Diresmikan, Warga Balikpapan Berharap Antrean BBM Tak Terulang

171
×

Kilang Balikpapan Diresmikan, Warga Balikpapan Berharap Antrean BBM Tak Terulang

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin (12/1/2026). Peresmian proyek strategis nasional ini disambut harapan besar masyarakat Balikpapan agar persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) yang kerap terjadi tidak kembali terulang.

RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun. Proyek ini juga menjadi salah satu pengembangan kilang paling strategis di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, RDMP Balikpapan telah memasuki tahap operasional awal, ditandai dengan dimulainya rangkaian start-up unit utama Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. Melalui modernisasi ini, kapasitas pengolahan minyak mentah Kilang Balikpapan meningkat dari 260.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph, dengan produk BBM berstandar Euro V yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Selain peningkatan kapasitas pengolahan, proyek ini juga menyelesaikan commissioning fasilitas tambat Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT, yang memungkinkan kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) bersandar langsung. RDMP Balikpapan turut mencakup pembangunan dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru di kawasan Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel, serta pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi 43.000 ton per tahun.

Sebagai pekerja proyek, Anwar Zahroni mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam pembangunan kilang tersebut. Menjelang peresmian, kawasan kerja pun disterilkan untuk menyambut kedatangan Presiden.

“Hari ini kami bersiap karena akan ada kedatangan RI 1, Bapak Presiden Prabowo. Sebagai pekerja proyek, tentu kami bangga karena RDMP Balikpapan akhirnya siap diresmikan,” ujar Anwar saat ditemui di kawasan kilang.

Anwar yang datang dari Jawa untuk bekerja di Balikpapan berharap kehadiran kilang hasil modernisasi ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Mulai dari BBM, LPG, sampai produk Pertamina lainnya, semoga ke depan tidak lagi sulit didapat,” katanya.

Harapan serupa disampaikan warga Balikpapan yang sehari-hari bergantung pada ketersediaan BBM. Heru, seorang sopir angkutan kota, berharap RDMP Balikpapan mampu mengakhiri kelangkaan dan antrean panjang yang selama ini dirasakan.

“Sebagai warga Balikpapan, saya senang kilang Pertamina terbesar ini diresmikan. Harapan kami sederhana, jangan sampai ada antrean lagi, terutama untuk angkot dan kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Heru, persoalan LPG juga kerap menyulitkan masyarakat kecil.

“LPG itu kebutuhan rumah tangga. Kalau sering langka, warga yang paling susah. Mudah-mudahan dengan kilang ini, distribusi bisa lebih lancar,” katanya.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional. Proyek ini diperkirakan mampu menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun serta berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp514 triliun.

Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 35 persen dan telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.

Dengan berbagai capaian tersebut, masyarakat berharap peresmian RDMP Balikpapan tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan menjadi titik awal distribusi energi yang lebih lancar, merata, dan berkelanjutan bagi Indonesia.