Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurNusantaraPemerintahanPendidikanTerkini

Kuliah Tamu ITB Tekankan Perencanaan Terperinci Pembangunan IKN

117
×

Kuliah Tamu ITB Tekankan Perencanaan Terperinci Pembangunan IKN

Sebarkan artikel ini
Kuliah tamu FTSL ITB membahas pembangunan IKN dengan Staf Khusus Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, sebagai narasumber

Nusantara — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan perencanaan terperinci, terukur, dan pengendalian konsisten di setiap tahapnya, ditegaskan Danis Hidayat Sumadilaga, Staf Khusus Kepala Otorita IKN, Jumat (8/5/2026).

Danis menjadi narasumber dalam Kuliah Tamu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB bertajuk “Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan IKN,” yang diikuti lebih dari 200 peserta, termasuk akademisi, membuka diskusi tentang aspek teknis, regulasi, dan manajemen proyek pembangunan IKN.

“Saya pertama tentu saja mengucapkan terima kasih kepada ITB, diberikan kesempatan untuk memberikan kuliah umum karena buat kami (Otorita IKN) adalah suatu sarana untuk melakukan sosialisasi apa yang sedang, apa yang sudah, dan apa yang akan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara,” sambut Danis dalam acara daring melalui Zoom.

Ia menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota bukan proses tiba-tiba. Gagasan ini telah berkembang sejak masa Presiden Soekarno hingga periode pemerintahan berikutnya, dengan tujuan mengurangi beban Jakarta, membuka pusat pertumbuhan baru, dan mendorong pemerataan ekonomi.

Perencanaan IKN disusun berjenjang dan berbasis regulasi, mulai dari rencana induk, Peraturan Presiden, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), hingga rencana pengembangan kawasan. Delapan prinsip pembangunan dan 24 Key Performance Indicators (KPI) menjadi acuan, mencakup bangunan hijau, gedung cerdas, transformasi infrastruktur terpadu, serta keterlibatan masyarakat.

Danis juga memaparkan kompleksitas pembangunan tahap awal IKN, melibatkan 115 paket konstruksi di kawasan inti serta pekerjaan pendukung di luar kawasan, termasuk jalan tol, bendungan, intake air, jaringan energi, telekomunikasi, dan infrastruktur lain. Pelaksanaan awal dikelola Kementerian PUPR, lalu dilanjutkan Otorita IKN dengan melibatkan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga masyarakat.

Kuliah tamu ini membuka diskusi akademis tentang konektivitas kawasan, pengelolaan lahan, energi, pembiayaan, dan kebutuhan sumber daya manusia. Danis menutup dengan pesan penting bagi generasi infrastruktur:

“Pintar itu harus, kompetensi itu harus didukung oleh pengalaman, bukan hanya teori. Kemudian integritas harus dijaga, karena tidak cukup hanya kompetensi saja. Dan yang terakhir, kembangkan networking seluas mungkin,” tutupnya.