Scroll untuk baca artikel
Info PublikJakartaTerkini

Pertamina Hulu Mahakam Menutup Tahun 2025 dengan Temuan Migas Baru di South Mahakam

189
×

Pertamina Hulu Mahakam Menutup Tahun 2025 dengan Temuan Migas Baru di South Mahakam

Sebarkan artikel ini

Jakarta — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menutup tahun 2025 dengan capaian positif melalui keberhasilan menemukan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) baru dari pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP-1X) yang berlokasi di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur. Temuan ini menegaskan konsistensi PHM dalam menjalankan eksplorasi berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Pemboran sumur MDP-1X merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration, yang dirancang sebagai quick win untuk mempercepat monetisasi temuan dengan memanfaatkan fasilitas produksi terdekat yang telah memasuki fase lapangan matang (mature field). Pendekatan ini memungkinkan percepatan pengembangan tanpa memerlukan pembangunan infrastruktur baru secara masif.

Di tengah keterbatasan area kerja, PHM secara konsisten melaksanakan kegiatan eksplorasi dengan mengadopsi konsep dan pendekatan geologi terkini, termasuk penerapan new exploration play concept pada area yang telah lama berproduksi. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi erat antara PHM, SKK Migas, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Temuan sumber daya kontingen pada sumur MDP-1X diperkirakan memiliki Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE). Sumber daya ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti ke tahap pengembangan sehingga berkontribusi terhadap peningkatan lifting migas nasional, sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada dan ketahanan energi nasional.

Sejak mengambil alih pengelolaan Wilayah Kerja Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Empat di antaranya berhasil mencatatkan temuan (discovery), termasuk sumur MDP-1X yang dinilai sebagai salah satu temuan signifikan di Wilayah Kerja Mahakam.

Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHM menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan migas sejalan dengan arah strategis induk perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan seluruh aktivitas hulu migas secara selamat, patuh, dan bernilai tambah.

“PHM terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi melalui pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, serta mempertahankan tingkat produksi lapangan migas yang telah memasuki fase matang di wilayah Kalimantan,” ujar Setyo.

Sementara itu, Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa eksplorasi merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan energi nasional.

“Dengan temuan sumur MDP-1X, kami akan segera melanjutkan ke tahap pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau Reserve to Production (RtoP) PT Pertamina Hulu Indonesia,” jelasnya.

Secara teknis, sumur MDP-1X berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Meskipun target utama Formasi Yakin hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi (high pressure), PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya yang menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).

Berdasarkan hasil uji alir (drill stem test) pada zona SCS—yang merupakan evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu-1X (MPT-1X) pada tahun 2022—terkonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir pada zona tersebut memiliki kemampuan produksi yang baik. Dengan interval uji sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Keberhasilan penemuan cadangan baru ini menegaskan bahwa blok migas yang telah memasuki fase matang masih memiliki potensi signifikan apabila dikelola melalui penerapan inovasi, teknologi, dan strategi eksplorasi yang tepat. PHM meyakini bahwa keberlanjutan investasi hulu migas akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan energi nasional jangka panjang.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sepanjang periode 2021–2024, PHI—termasuk melalui PHM—telah berhasil melakukan pengeboran 11 sumur eksplorasi dan 517 sumur eksploitasi sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional dari wilayah Kalimantan.