Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPolda kaltimTerkini

Polairud Polda Kaltim Ungkap Kasus Pencurian di Platform Migas Lepas Pantai

153
×

Polairud Polda Kaltim Ungkap Kasus Pencurian di Platform Migas Lepas Pantai

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Timur berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di anjungan migas lepas pantai yang dikelola Pertamina melalui Pertamina Hulu Mahakam. Dalam pengungkapan tersebut, dua orang pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasi Intelijen Subdit Gakkum Polairud Polda Kaltim, Kompol Tri Satria Firdaus, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan kehilangan yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

“Setelah kami menerima laporan dari Pertamina terkait apa yang terjadi dan barang yang hilang, kami melakukan pendalaman di lapangan. Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mengamankan dua pelaku, sementara satu pelaku lainnya masih DPO,” ujarnya, Rabu (11/3).

Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa toolbox, aki, kabel, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta uang hasil penjualan barang curian.

Berdasarkan hasil audit internal perusahaan, kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui para pelaku awalnya datang ke lokasi anjungan untuk memancing. Namun, ketika melihat kondisi platform yang sedang kosong, muncul niat untuk mengambil sejumlah peralatan yang berada di lokasi tersebut.

“Awalnya mereka datang untuk memancing. Tetapi karena melihat platform kosong, timbul niat untuk mengambil barang di sana. Saat pertama datang mereka tidak membawa peralatan, sehingga niat itu sempat diurungkan. Keesokan harinya mereka kembali dengan membawa peralatan dan melakukan pemotongan serta mengambil sejumlah peralatan di platform,” jelasnya.

Aksi pencurian tersebut diketahui dilakukan secara bertahap pada awal bulan tahun ini.

Sementara itu, Asisten Manager Security Pertamina Hulu Mahakam, Rivai Aris, menjelaskan bahwa lokasi kejadian merupakan anjungan migas lepas pantai yang berada di kawasan lapangan South Mahakam.

Menurutnya, platform tersebut berada sekitar 25 kilometer dari pesisir Balikpapan dan termasuk dalam kawasan objek vital nasional yang di sekitarnya juga terdapat beberapa anjungan milik perusahaan energi lain, seperti Pertamina, Pertamina Hulu Mahakam, serta Eni.

“Platform itu adalah anjungan di lepas pantai, jaraknya sekitar 25 kilometer dari pantai Balikpapan. Di kawasan itu ada beberapa platform milik objek vital nasional, termasuk Pertamina, PHM, dan Eni,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun barang yang diambil sebagian besar berupa peralatan kerja dan kabel, dampak yang ditimbulkan bisa cukup serius apabila berkaitan dengan fasilitas produksi.

“Dampak langsung yang paling kita hindari adalah berhentinya produksi. Jika yang diambil berkaitan dengan produksi, bisa menyebabkan sumur macet. Mengaktifkan kembali sumur yang macet tentu tidak mudah,” katanya.

Gangguan terhadap fasilitas produksi juga berpotensi memengaruhi pasokan energi ke kilang Pertamina di Balikpapan, mengingat pasokan gas dari anjungan tersebut digunakan untuk mendukung operasional kilang.

“Kalau produksi berhenti, suplai ke kilang akan berkurang. Itu tentu bisa berdampak pada proses produksi energi,” tambahnya.

Rivai menyebutkan bahwa kasus pencurian di platform lapangan South Mahakam ini merupakan kejadian pertama, meskipun sebelumnya insiden serupa pernah terjadi di beberapa platform lain di kawasan laut sekitar Balikpapan.

Ke depan, pihak perusahaan bersama kepolisian berencana memperkuat sistem pengamanan dan pengawasan di kawasan anjungan lepas pantai guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami bersama kepolisian akan meningkatkan pengawasan dan sistem keamanan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.