Balikpapan — Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menargetkan penambahan sekitar 12.000 sambungan rumah (SR) baru pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari agenda bertajuk “Transformasi PTMB 2026: Pelayanan Handal, Mandiri dan Transparan.”
Direktur Utama PTMB, Dr Yudhi Saharuddin, MM, menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum percepatan produksi dan efisiensi distribusi air bersih, setelah dua tahun terakhir difokuskan pada pembenahan infrastruktur.
“Produksi baru kembali normal dan mencapai 100 persen pada semester kedua 2024 setelah terdampak perubahan iklim dan El Nino. Tahun 2025 kondisinya mulai membaik,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
Produksi Naik 4,3 Juta Meter Kubik
Sepanjang 2025, PTMB mencatat total produksi air sebesar 46,6 juta meter kubik, meningkat sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan tahun sebelumnya. Cakupan layanan relatif stabil di angka 79 persen, dengan jumlah pelanggan mencapai sekitar 119.000 hingga akhir 2025.
Peningkatan produksi didorong oleh perbaikan kebocoran pipa, pembenahan jaringan distribusi, revitalisasi sumur, serta penambahan sumur baru dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui dinas terkait.
Beberapa proyek perbaikan jaringan telah diselesaikan di kawasan Green City, Agung Tunggal, MT Haryono, Transad, dan Kilometer 11.
“Kami perbaiki dulu jaringan yang bermasalah sebelum melakukan pemasangan sambungan baru. Karena itu target 2025 yang semula 5.000–6.000 hanya terealisasi sekitar 4.000 sambungan,” jelas Yudhi.
Target 12.000 Sambungan Baru
Dengan kapasitas produksi yang telah mencapai lebih dari 46 juta meter kubik, PTMB memproyeksikan penambahan sekitar 12.000 sambungan baru pada 2026, khususnya di wilayah dengan suplai air yang sudah memadai.
“Akselerasi produksi dan efisiensi distribusi menjadi fokus utama. Bagaimana bekerja dengan biaya minimal, tetapi hasil maksimal dan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Tanpa Penyertaan Modal Daerah
Yudhi menegaskan, sejak manajemen baru masuk, PTMB berkomitmen menjalankan investasi secara mandiri tanpa penyertaan modal dari APBD.
“Secara finansial, PTMB masih mampu hingga 2029 melakukan perbaikan dan optimalisasi tanpa penyertaan modal dalam bentuk investasi,” ujarnya.
Untuk 2026, PTMB juga akan menambah sumber air baku melalui sumur baru serta memanfaatkan tambahan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) sebesar 50 liter per detik yang diperoleh pada awal tahun.
Tambahan kapasitas tersebut akan diatur melalui manajemen distribusi agar menjangkau wilayah yang selama ini masih terbatas pasokan airnya.
Melalui transformasi ini, PTMB menargetkan pelayanan air bersih yang semakin andal, mandiri, dan transparan bagi masyarakat Balikpapan.















