Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDaerahIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintahanPemkot BalikpapanTerkiniTokoh

Rahmad Mas’ud: Balikpapan Bukan Kota Kaya Minyak, UMKM dan Sektor Jasa Jadi Penopang Ekonomi

160
×

Rahmad Mas’ud: Balikpapan Bukan Kota Kaya Minyak, UMKM dan Sektor Jasa Jadi Penopang Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., menegaskan bahwa perekonomian Kota Balikpapan saat ini tidak lagi bertumpu pada sektor minyak dan gas bumi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah lebih banyak didukung oleh sektor jasa, perdagangan, industri, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang.

Rahmad Mas’ud menjelaskan bahwa masih terdapat persepsi di masyarakat yang menganggap Balikpapan sebagai daerah penghasil minyak. Padahal, sumber daya migas berada di wilayah sekitar seperti Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara itu, Balikpapan berperan sebagai pusat pengolahan, distribusi, dan berbagai kegiatan ekonomi yang mendukung industri energi.

“Balikpapan bukan daerah yang kaya karena memiliki sumber daya minyak. Kita adalah kota jasa dan industri. Selama ini masyarakat sering menganggap Balikpapan sebagai kota minyak, padahal yang memiliki sumber daya tersebut berada di daerah tetangga. Balikpapan diuntungkan karena memiliki fasilitas pengolahan dan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mendukung sektor tersebut,” kata Rahmad Mas’ud.

Ia menuturkan, struktur ekonomi Balikpapan kini semakin beragam. Selain sektor industri pengolahan, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya memperkuat kapasitas UMKM agar mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Menurut Rahmad Mas’ud, pengembangan UMKM tidak hanya difokuskan pada penyediaan akses pembiayaan maupun perluasan pasar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi aspek yang sangat penting agar para pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif.

“Kami ingin UMKM Balikpapan naik kelas. Yang paling penting adalah peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital,” ujarnya.

Rahmad menambahkan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dalam dunia usaha. Karena itu, pelaku UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, pelaku UMKM harus mampu mengikuti perubahan. Digitalisasi membuka peluang pasar yang lebih besar dan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis penguatan sektor jasa, industri, ekonomi kreatif, dan UMKM akan menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor berbasis sumber daya alam.

“Ke depan, kami ingin Balikpapan semakin mandiri. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi harus didukung oleh kemampuan masyarakat dan sektor-sektor ekonomi yang produktif,” ujar Rahmad.