Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Ratusan Guru Honorer Lulusan Pendidikan Profesi Guru Kesulitan Finansial Setelah Gaji Dihentikan

314
×

Ratusan Guru Honorer Lulusan Pendidikan Profesi Guru Kesulitan Finansial Setelah Gaji Dihentikan

Sebarkan artikel ini

CERITAPUBLIK.COM | Bandung Barat – Ratusan guru honorer lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) piloting 1, 2, dan 3 tahun 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadapi kesulitan finansial setelah gaji mereka dihentikan sejak Januari. Sementara itu, Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang seharusnya menjadi hak mereka juga belum cair hingga kini.

Ketua Persatuan Guru dan Tendik Honorer (PGTH) KBB Nurjaman, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diterapkan secara berbeda di setiap sekolah. Ada guru yang masih menerima setengah gaji, ada pula yang tetap menerima gaji penuh tetapi harus mengembalikannya jika TPG cair. Namun, banyak juga yang tidak menerima gaji sama sekali sejak dinyatakan lulus PPG.  

“Sejak Januari, banyak guru honorer yang lulus PPG tidak lagi menerima gaji. Padahal, TPG yang dijanjikan juga belum cair. Ini membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Nurjaman kepada wartawan, Senin (10/3/2025).  

Menurutnya, penghentian gaji ini mengacu pada Pasal 40 ayat 3.d dalam Permendikbudristek RI Nomor. 63 Tahun 2022, yang menyatakan bahwa honor guru honorer dapat diberikan hanya kepada mereka yang belum mendapatkan TPG. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa TPG belum diterima, sementara gaji yang sebelumnya kecil tetap dihentikan.  

“Bayangkan, ada guru yang sebelumnya hanya menerima Rp 500.000 per bulan. Setelah lulus PPG, malah gajinya dihentikan tanpa ada kejelasan kapan TPG cair. Bagaimana mereka bisa bertahan?” kata Nurjaman.  

Ia menilai kebijakan ini sangat tidak adil dan meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk mencari solusi.  

“Kami tidak meminta lebih, hanya ingin diperlakukan manusiawi. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan DPRD KBB memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini. Jangan sampai guru yang telah berjuang untuk pendidikan justru dibiarkan sengsara,” tegasnya.  

Sejauh ini, pihak Dinas Pendidikan KBB belum memberikan solusi dan tanggapan resmi terkait permasalahan ini. Para guru honorer pun berharap ada kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada mereka agar tetap bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit. (Riki-Bandung Barat)