Nusantara — Ribuan jamaah menghadiri Peringatan Nuzulul Quran Nasional yang digelar di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (07/03/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Al-Quran, Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia” ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Otorita IKN.
Rangkaian kegiatan diawali dengan program Ngabuburead yang diinisiasi Kementerian Agama dengan tema “Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri”. Dalam sesi tersebut, Ustadz Ambia Dahlan menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental serta menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi, khususnya bagi generasi muda di tengah dinamika kehidupan modern.
Menjelang waktu berbuka puasa, ribuan jamaah memadati Aula Masjid Negara IKN untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama. Kebersamaan semakin terasa dengan sajian takjil khas Masjid Negara berupa Bubur Nusantara yang melambangkan keberagaman dan persatuan. Para jamaah yang hadir berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, di antaranya Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, hingga wilayah lainnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Imranul Karim, Juara 1 Tilawah MTQ Internasional Bangladesh 2025, yang disertai saritilawah oleh Maulidia. Suasana semakin khidmat saat hikmah Nuzulul Quran disampaikan oleh Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si., Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta.
Dalam ceramahnya, Prof. Darwis Hude menyampaikan bahwa Al-Quran merupakan mukjizat yang tidak mungkin ditulis oleh manusia. Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kesadaran menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari ciptaan Allah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pesan utama dari peringatan Nuzulul Quran tahun ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan.
“Saya kira dunia sudah sangat maju. Keseimbangan itu adalah salah satu kunci. Kami ingin memberi pesan kepada generasi muda, khususnya Gen Z, agar mampu menjalani hidup secara seimbang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan rasa syukurnya karena Masjid Negara IKN yang baru selesai dibangun dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan berskala nasional.
“Saya kira ini barokah. Masjid yang baru selesai ini langsung kita gunakan untuk memperingati Nuzulul Quran. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menetapkan Masjid Negara IKN sebagai masjid kembar dengan Masjid Istiqlal,” ujar Basuki.
Salah satu jamaah asal Kabupaten Paser, Syariffudin, mengaku bangga dapat mengikuti peringatan Nuzulul Quran di Masjid Negara IKN.
“Pelayanan di Masjid Negara sudah sangat tertib dan rapi. Kami sebagai warga Paser tentu merasa senang dan bangga melihat kemegahan masjid ini, sekaligus dengan berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sini,” ujar Syariffudin.
Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Negara IKN ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga memperkuat peran IKN sebagai ruang perjumpaan masyarakat yang inklusif, religius, serta menjunjung nilai harmoni antara manusia, alam, dan perdamaian dunia.















