Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBerauIndonesiaInfo PublikInternasionalKalimantan TimurOlahragaPrestasiTerkini

Pembalap 13 Tahun Asal Berau Taklukkan Sirkuit Australia

205
×

Pembalap 13 Tahun Asal Berau Taklukkan Sirkuit Australia

Sebarkan artikel ini
Sabian Fathul Ilmi memacu Yamaha R3 saat balapan di The Bend Motorsport Park Australia

Tailem Bend — Sabian Fathul Ilmi tampil impresif pada seri kedua Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship 2026 di Australia dengan merebut kemenangan race pertama dalam debut full musimnya.

Pembalap muda Indonesia asal Berau, Kalimantan Timur, Sabian Fathul Ilmi, berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang balap internasional. Rider berusia 13 tahun itu tampil gemilang pada putaran kedua Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship 2026 yang berlangsung di The Bend Motorsport Park, Tailem Bend, Australia.

Sabian langsung menunjukkan perkembangan positif sejak sesi latihan bebas. Ia sempat menempati posisi kedelapan pada free practice pertama sebelum naik ke posisi keempat pada sesi berikutnya. Performa konsisten itu membawanya mengamankan posisi start dari grid kedua saat kualifikasi.

Momentum tersebut berlanjut pada race pertama. Sabian berhasil mengalahkan para pembalap dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, hingga Selandia Baru untuk merebut podium tertinggi.

Pada race kedua, Sabian kembali tampil kompetitif dan finis di posisi keenam. Hasil itu membuatnya langsung menembus posisi enam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin, meski sebelumnya absen pada seri pembuka di Sydney Motorsport Park akibat kendala visa.

“Senang sekali bisa juara race 1 seri 2 ini. Rasanya beda menang pertama kali di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Saya jadi lebih percaya diri menjalani musim ini,” ujar Sabian.

Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Wahyu Rusmayadi, menilai kemenangan tersebut menjadi perkembangan penting dalam program pembinaan pembalap muda Yamaha Racing Indonesia.

Menurut Wahyu, keberhasilan Sabian pada debut full musim menunjukkan kemampuan adaptasi dan mental bertanding yang matang di level Asia Pasifik. Yamaha berharap performa tersebut terus terjaga dalam empat seri tersisa, termasuk putaran Mandalika mendatang.

Keberhasilan Sabian juga memperlihatkan persaingan pembinaan balap usia muda di Asia Tenggara semakin ketat. Pada level Asia Pasifik, pembalap berusia 13 tahun kini tidak hanya belajar teknik dasar, tetapi juga mulai membangun mental kompetisi internasional.

Tantangan terbesar Sabian selanjutnya adalah menjaga konsistensi performa sepanjang musim. Selain kecepatan di lintasan, faktor daya tahan fisik dan kestabilan mental akan menjadi penentu dalam persaingan kejuaraan.