BALIKPAPAN — Seorang sopir travel bernama Rahman (52) meninggal dunia saat sedang berbuka puasa di sebuah warung makan di kawasan Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu (15/3/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.35 Wita di warung milik warga yang berada di samping Pintu II Pelabuhan Semayang, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kompol Yusuf, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari warga tidak lama setelah korban tiba-tiba terjatuh saat sedang makan.
“Korban saat itu sedang makan atau berbuka puasa di warung. Di sela-sela makan, korban tiba-tiba terjatuh ke depan meja,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).
Menurut Yusuf, warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun saat diperiksa, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Kemudian rekan-rekan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pelabuhan Semayang. Petugas piket bersama pawas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi tindak pidana.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan ataupun dugaan tindak pidana pada tubuh korban,” jelas Yusuf.
Korban diketahui bernama Rahman, warga Samarinda yang bekerja sebagai karyawan swasta sekaligus sopir travel. Ia lahir di Jeneponto pada 5 Juni 1973 dan beralamat di Jalan RW Monginsidi Gang 5, RT 019, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ansar (52), seorang sopir yang berada di lokasi kejadian.
Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Kami membawa korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum bersama tim Inafis guna memastikan penyebab kematian,” kata Yusuf.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban rencananya akan dibawa oleh pihak keluarga ke Kota Samarinda untuk dimakamkan. Polisi juga memastikan situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif.















